Hayabusa 2 Ungkap Asal-usul Tata Surya

AFP/Yan/I-1
04/10/2018 10:30
Hayabusa 2 Ungkap Asal-usul Tata Surya
(AFP)

JEPANG mendaratkan robot pengamatan baru di asteroid kemarin untuk menjalankan misi mengungkap asal-usul sistem tata surya. Robot yang diberi nama Mobile Asteroid Surface Scout (MQSCOT) itu mendarat di asteroid Ryugu dan melakukan kontak dengan timnya.

"Saya menemukan diri saya di tempat seperti tidak ada tempat di Bumi. Tanah penuh keajaiban, misteri dan bahaya!" kicau akun @MASCOT2018. "Aku mendarat di asteroid Ryugu!"

MASCOT yang diluncurkan dari wahana Hayabusa2 diharapkan dapat mengumpulkan berbagai data tentang asteroid, di jarak sekitar 300 juta kilometer dari Bumi.

"Ini sangat signifikan untuk mengambil data dari permukaan asteroid. Kami memiliki harapan tinggi untuk data-data ilmiah," kata manajer misi Hayabusa2, Makoto Yoshikawa di Japan Aerospace Exploration Agency (JAXA) pada briefing sebelum pendaratan.

MASCOT berbentuk kotak 10 kilogram yang dilengkapi sensor. Robot ini dapat mengambil gambar pada beberapa panjang gelombang, menyelidiki mineral dengan mikroskop, mengukur suhu permukaan, dan mengukur medan magnet.

MASCOT diluncurkan 10 hari setelah Hayabusa2 menjatuhkan sepasang mikro-penambang MINERVA-II pada Asteroid Ryugu. Ini ialah pertama kalinya, perangkat observasi robot telah berhasil mendarat di asteroid.

Hayabusa2 dijadwalkan menyebarkan 'impactor' yang akan meledak di atas asteroid akhir bulan ini. Impactor itu akan menembakkan objek tembaga seberat dua kilogram ke asteorid untuk meledakkan sebuah kawah kecil di atas permukaan asteroid.

Wahana itu kemudian akan melayang di atas kawah buatan itu dan mengumpulkan sampel menggunakan lengan yang bisa memanjang.

Sampel bahan-bahan segar yang tidak terpapar angin dan radiasi selama ribuan tahun dapat membantu menjawab pertanyaan mendasar kehidupan dan alam semesta. Termasuk apakah unsur-unsur dari angkasa membantu membangkitkan kehidupan di Bumi.

Bagian dari misi MASCOT ialah mengumpulkan data yang akan membantu untuk menentukan tempat untuk membuat kawah. Hayabusa2 yang berbentuk seperti kulkas besar dan dilengkapi dengan panel-panel surya adalah penerus dari penjelajah asteroid pertama JAXA.

Wahana pertama itu kembali dari asteroid kecil berbentuk kentang pada 2010 dengan membawa sampel debu. Namun, proyek itu kemudian mengalami selama masa pengembaraannya yang berlangsung tujuh tahun. Kendati demikian, misi itu tetap dipuji sebagai kemenangan ilmu pengetahuan.

Misi Hayabusa2, yang menelan biaya sekitar 30 miliar yen (Rp3,9 triliun), diluncurkan pada Desember 2014 dan akan kembali ke Bumi dengan membawa sampel pada 2020.





Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Msyaifullah
Berita Lainnya