Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
ILMUWAN asal Amerika Serikat (AS) Frances Arnold dan George Smith, beserta ilmuwan asal Inggris Gregory Winter, memenangi Penghargaan Nobel Kimia. Tiga ilmuwan itu dinilai berhasil menerapkan prinsip evolusi dalam pengembangan enzim multiguna untuk pembuatan biofuel hingga farmasi.
Frances Arnold merupakan perempuan kelima dalam sejarah pemenang Penghargaan Nobel Kimia. Dia pun berhak menerima hadiah sebesar US$1,01 juta atau setara 870 ribu euro.
"Para pemenang Penghargaan Nobel 2018 dalam bidang kimia sukses melakukan evolusi dengan tujuan besar agar bisa dimanfaatkan seluruh umat manusia," demikian pernyataan Akademi Ilmu Pengetahuan Kerajaan Swedia, kemarin.
Pada dasarnya, ketiga ilmuwan menggunakan prinsip evoluasi yang sama, termasuk perubahan dan pemilihan genetik. Mereka kemudian mengembangkan protein yang bisa dimanfaatkan dalam berbagai bidang.
"Mereka menerapkan prinsip (evolusi) Darwin melalui tabung reaksi. Dengan menggunakan pemahaman molekuler terkait proses evolusi, mereka ciptakan kembali proses tersebut. Bahkan proses evolusinya ribuan kali lebih cepat yang mengarah pada pembentukan protein baru," ujar pimpinan Komite Pengargaan Nobel Kimia Claes Gustafsson.
Profesor Arnold yang berusia 62 tahun mengabdikan ilmunya di Institut Teknologi California. Karya Arnold diyakini mampu memecahkan persoalan substitasi dari senyawa kimia berbahaya, seperti bahan bakar fosil. Metode yang diusung ialah menciptakan protein baru melalui proses pendinginan.
Setelahnya, protein itu digunakan untuk mengonversi sumber energi terbarukan, misalnya tebu diubah menjadi biofuel, berikut pembuatan bahan kimia lainnya yang lebih ramah lingkungan. Dalam hal ini termasuk produk sehari-hari, seperti deterjen pakaian.
Sementara itu, ilmuwan Smith yang berasal dari Universitas Missouri, serta ilmuwan Gregory Winter dari Laboratorium Biologi Molekuler MRC Cambridge, mengembangkan metode elegan yang dikenal sebagai phage display.
Bakteriogaf, yakni virus penyerang bakteri, digunakan dalam pengembangan protein baru. Teknologi pembuatan obat untuk rheumatoid arthritis, psoriasis dan penyakit radang usus, telah memanfaatkan penelitian mereka. Berikut obat untuk netralisasi racun dan penyembuhan kanker metastatis.
"Banyak lagi antibodi sedang menjalani uji klinis, termasuk beberapa untuk memerangi penyakit alzheimer," puji Alan Boyd, presiden Fakultas Kedokteran Farmasi Inggris.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved