Arab Saudi Rangkul Yoga Menuju Moderasi

(AFP/Denny Parsaulian Sinaga/I-2)
02/10/2018 01:45
Arab Saudi Rangkul Yoga Menuju Moderasi
(AFP PHOTO / FAYEZ NURELDINE)

DALAM sebuah studio berlantai kayu yang jarang, seorang wanita Arab Saudi jongkok, melompat, dan berdiri dengan kepala.

Setahun lalu, mengajarkan postur yoga itu dapat menjadikan mereka penjahat di kerajaan Islam yang konservatif.

Dikenal luas sebagai praktik spiritual Hindu, yoga tidak diizinkan secara resmi selama beberapa dekade di Arab Saudi, tempat lahirnya Islam, dengan semua ibadah nonmuslim dilarang.

Akan tetapi, setelah Putra Mahkota Muhammad bin Salman ingin menjadikan Islam di sana terbuka dan moderat, kerajaan itu pada November lalu mengakui yoga sebagai olahraga.

Yang memimpin upaya menormalkan yoga di kerajaan ialah Nouf Marwaai. Marwaai ialah wanita Saudi yang telah berjuang melawan cercaan dan ancaman dari ekstremis yang menilai bahwa yoga tidak sesuai dengan Islam.

"Saya telah dilecehkan, (dan) mengirim banyak pesan kebencian," kata Kepala Yayasan Yoga Arab, 38, yang telah melatih ratusan instruktur yoga di kerajaan itu.

"Lima tahun lalu, ini (mengajar yoga) tidak mungkin," tambah Marwaai, saat ia mulai melatih sekelompok mahasiswa wanita kota Laut Merah, Jeddah.

Menggantung abaya dan jilbab yang mereka kenakan, para wanita itu serempak menampilkan pose prajurit melengkung yang dikenal sebagai virabhadrasana.

Lengan dijulurkan, tubuh mereka membungkuk 180 derajat yang dikenal sebagai chakrasana, atau pose roda.

Di sebuah negara dengan wanita telah lama ditolak haknya untuk latihan secara terbuka, para siswa itu mengatakan latihan tersebut mengubah hidup mereka. Beberapa di antara mereka secara teratur menghadiri retret yoga di India.

Ayat Samman, 32, seorang pendidik kesehatan, mengatakan yoga membantu meringankan perjuangan seumur hidupnya dengan fibromyalgia, yakni gangguan nyeri kronis yang sering membuatnya terbaring di tempat tidur.

Yoga juga berfungsi sebagai terapi, kata para wanita itu, karena yoga membantu mereka melepaskan emosi dan mengatasi penyakit yang biasa-biasa saja dan depresi.

"Yoga membuka saya seperti balon air," kata Yasmin Machri, 32. "Setelah kelas pertamaku... aku mulai menangis dan menangis."

Hanya dalam beberapa bulan sejak pengakuan yoga, sebuah industri baru yaitu studio yoga dan instruktur telah tumbuh di berbagai kota Saudi. "Itu termasuk di Mekah dan Madinah, kota-kota suci Islam," kata Marwaai.

Pangeran Mohammed, penguasa de facto, telah berusaha memproyeksikan citra moderat kerajaan yang lama terkait dengan strain fundamentalis Wahabi Islam, dengan dorongan baru untuk pertukaran antaragama.

Arab Saudi dalam beberapa bulan terakhir telah menjadi tuan rumah bagi pejabat Vatikan, dan pangeran juga bertemu dengan sekelompok pemimpin Katolik dan Yahudi Roma di New York, Amerika Serikat, awal tahun ini. Itu merupakan sikap antaragama yang langka.





Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Dedy P
Berita Lainnya