Pesawat Papua Nugini Mendarat di Laut

AFP/Tes/I-3
29/9/2018 12:40
Pesawat Papua Nugini Mendarat di Laut
(AFP/JAMES YAINGELUO)

PESAWAT Boeing 737-800 milik maskapai Air Niugini jatuh ke laguna setelah gagal mendarat di Bandara Internasional Chuuk, Mikronesia.

Meski tidak ada korban jiwa, sejumlah penumpang terpaksa berenang untuk menyelamatkan diri saat pesawat mulai tenggelam.

Beberapa menit pascainsiden tersebut, petugas serta warga setempat bergegas menyelamatkan penumpang dengan menggunakan kapal kecil. Total sebanyak 35 penumpang dan 12 awak pesawat dilaporkan dalam keadaan selamat dan tidak ada yang mengalami luka serius.

Pesawat nahas milik maskapai Air Niugini tersebut bertolak dari Pulau Pohnpei dan dijadwalkan transit di Pulau Weno, Mikronesia. Saat pendaratan untuk transit, insiden itu terjadi.

Menurut pihak maskapai, sebelum menghantam perairan dangkal, pesawat tersebut sempat bertabrakan dengan pesawat lain di landasan yang relatif pendek. Akibat peristiwa itu, jadwal penerbangan pesawat menuju Port Moresby, ibu kota Papua Nugini, terhambat.

"Air Niugini mengonfirmasi seluruh penumpang dalam keadaan aman dan sudah dievakuasi dari pesawat. Kami berupaya memastikan keamanan dan kebutuhan mendesak dari penumpang dan awak pesawat," demikian pernyataan resmi perusahaan.

Belum diketahui

Sejauh ini, pihak maskapai belum memerinci penyebab kecelakaan yang terjadi sekitar pukul 09.30 waktu setempat atau 23.30 GMT itu. Akan tetapi, cuaca sebelum kejadian dilaporkan kurang bersahabat. Hujan lebat membatasi jarak pandang pilot.

Salah satu penumpang, Bill Jaynes, mengisahkan dirinya sama sekali tidak menyadari insiden kecelakaan itu sampai akhirnya melihat air memasuki badan pesawat.

"Saya pikir kami mendarat cukup keras. Tapi saat melihat ke atas, air perlahan mulai masuk ke lubang di sisi pesawat. Baru akhirnya saya sadar, pendaratan ini di luar yang diharapkan," ujar editor surat kabar Kaselehlie itu.

Dia pun mengapresiasi pertolongan penduduk setempat yang begitu cepat. Di lain hal, menurut keterangan seorang saksi, pesawat terbang sangat rendah ketika mendekati bandara sebelum akhirnya menghantam perairan.

Layaknya landasan di beberapa wilayah Pasifik Utara, landasan pacu Bandara Chuuk relatif pendek, yakni 1.831 meter. Lokasinya pun dikeli-lingi tiga perairan dangkal atau laguna yang menjadi objek wisata populer bagi para penyelam.

Insiden pesawat yang gagal mendarat di wilayah kepulauan Mikronesia bukan kali pertama. Pada 2008, pesawat kargo Boeing 727 milik maskapai Asia Pacific Airlines tidak berhasil mendarat mulus di bandara Pulau Pohnpei lantaran pesawat baru bisa berhenti di ujung landasan.

Komisi Investigasi Kecelakaan Pesawat Papua Nugini (AIC) mengatakan sudah mengirim petugas untuk menyelidiki kecelakaan itu.

"Kami belum bisa memberikan informasi lebih detail karena tim sedang menuju ke lokasi," ujar juru bicara AIC.





Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Msyaifullah
Berita Lainnya