Israel Tuding Iran Miliki Gudang Atom

AFP/Tes/I-1
29/9/2018 12:00
Israel Tuding Iran Miliki Gudang Atom
(AFP/TIMOTHY A. CLARY)

PEMERINTAH Israel menuding Iran memiliki gudang atom rahasia serta peralatan nuklir dalam jumlah besar. Hal itu diungkapkan Perdana Menteri (PM) Israel Benjamin Netanyahu dalam Sidang Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), kemarin.

Netanyahu pun bersumpah tidak akan membiarkan musuh bebuyutan itu leluasa mengembangkan senjata nuklir. "Iran tidak akan meninggalkan tujuan utamanya untuk mengembangkan senjata nuklir. Israel tidak akan pernah membiarkan rezim yang berupaya menghancurkan kami, melalui nuklir. Tidak saat ini, 10 tahun ke depan, atau kapan pun," ujar Netanyahu yang kerap membahas musuh utama Israel itu dalam sidang tahunan.

Lebih lanjut dia menjelaskan Israel siap melancarkan berbagai strategi untuk menghadapi agresi Iran. Netanyahu turut menekankan Iran tidak bisa menyembunyikan apa pun dari Israel.

Sejak kesepakatan nuklir Iran terbentuk 2015 lalu, Israel menentang keras perjanjian yang diperantarai Amerika Serikat (AS), Rusia, Tiongkok, dan negara-negara Uni Eropa. Israel tidak dapat menyembunyikan kegembiraannya saat Presiden AS Donald Trump memutuskan keluar dari perjanjian multilateral itu.

Netanyahu membuka pidatonya dalam Sidang Umum PBB dengan mengklaim gudang atom rahasia Iran berlokasi di Teheran. Agar lebih meyakinkan, dia memegang sebuah peta, sekaligus menunjukkan foto yang terlihat seperti bom atom dari luar. Dia pun mendesak Badan Energi Atom Internasional PBB (IAEA) untuk segera memeriksa lokasi itu.

"Untuk pertama kalinya saya mengungkapkan bahwa Iran ternyata memiliki fasilitas rahasia lain di Teheran. Terdapat gudang atom rahasia yang menyimpan sejumlah peralatan besar dan material pendukung dari program senjata nuklir," ucap Netanyahu.

Dia turut memaparkan temuan lain, yakni kelompok Hizbullah, yang berkaitan dengan Iran, telah menempatkan tiga situs rudal di dekat bandara Beirut, Libanon.

Pernyataan Netanyahu lantas mendapat cibiran dari Menlu Iran Mohammad Javad Zarif. Menurutnya, klaim dan gambar yang ditunjukkan Netanyahu seolah ingin menghindari pemeriksaan IAEA. Zarif menyebut Israel yang sebenarnya menjadi ancaman besar di kawasan Timur Tengah dan global.

Akan tetapi, Israel mengambinghitamkan Iran untuk menutupinya.

"Semestinya Netanyahu menjelaskan bagaimana Israel sebagai satu-satunya rezim yang memiliki senjata nuklir di kawasan bisa dengan sinis melontarkan tudingan terhadap negara yang berupaya mengurangi program nuklir," tukas Zarif.





Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Msyaifullah
Berita Lainnya