Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
SEBUAH pesawat boeing 737-800 milik maskapai Air Niugini jatuh ke laguna, setelah gagal mendarat di Bandara Internasional Chuuk di Mikronesia. Meski tidak ada korban jiwa, sejumlah penumpang terpaksa berenang saat pesawat mulai tenggelam.
Beberapa menit pascainsiden, petugas serta warga setempat bergegegas menyelamatkan penumpang dengan menggunakan kapal kecil. Total 35 penumpang dan 12 awak pesawat dilaporkan dalam keadaan selamat. Tidak ada yang mengalami luka serius.
Pihak maskapai menyatakan sebelum menghantam perairan dangkal, pesawat tersebut sempat mengalami tabrakan dengan pesawat lain di landasan bandara yang relatif pendek. Insiden tersebut membuat jadwal perjalanan pesawat menuju Port Moresby, Ibu Kota Papua Nugini, terhambat. Sebelumnya, pesawat yang bertolak dari Pulau Pohnpei, dijadwalkan transit di Pulau Weno, Mikronesia.
"Air Niugini mengonfirmasi seluruh penumpang dalam keadaan aman dan sudah dievakuasi dari pesawat. Kami berupaya memastikan keamanan dan kebutuhan mendesak dari penumpang dan awak pesawat," demikian pernyataan resmi perusahaan.
Sejauh ini, pihak maskapai belum merinci penyebab kecelakaan yang terjadi sekitar pukul 09.30 (23:30 GMT). Akan tetapi, cuaca sebelum kejadian dilaporkan kurang bersahabat. Hujan lebar membatasi jarak pandang. Salah satu penumpang, Bill Jaynes, mengisahkan dirinya sama sekali tidak menyadari insiden kecelakaan tersebut, sampai akhirnya melihat air memasuki badan pesawat.
"Saya pikir kami mendarat cukup keras. Tetapi pada saat melihat ke atas, air perlahan mulai memasuki lubang di sisi pesawat. Baru akhirnya saya sadar, pendaratan ini di luar dari yang diharapkan," ujar editor surat kabar Kaselehlie.
Dia pun mengapresiasi pertolongan penduduk setempat yang begitu cepat.
Berdasarkan keterangan seorang saksi, pesawat terbang sangat rendah saat mendekati bandara, sebelum akhirnya menghantam perairan. Layaknya landasan di beberapa wilayah Pasifik Utara, landasan pacu Bandara Chuuk relatif pendek, yakni 1.831 meter. Lokasinya pun dikelilingi tiga perairan dangkal atau laguna yang menjadi objek wisata populer bagi para penyelam.
Insiden pesawat yang gagal mendarat di wilayah kepulauan Mikronesia, bukan kali pertama. Pada 2008, pesawat kargo boeing 727 milik maskapai Asia Pacific Airlines tidak mengalami pendaratan mulus di bandara Pulau Pohnpei, lantaran pesawat berakhir di ujung landasan. Komisi Investigasi Kecelakaan Pesawat Papua Nugini (AIC) mengatakan sudah mengirimkan petugas untuk menyelidiki kecelakaan di Pulau Weno.
"Kami belum bisa memberikan informasi lebih detil. Karena saat ini tim sedang menuju ke lokasi untuk menyelidiki penyebab kecelakaan," ujar Juru Bicara AIC. (AFP/OL-1)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved