ASEAN-Pacific Alliance Sepakat Hadapi Proteksionisme Global

(Tes/I-2)
28/9/2018 06:20
 ASEAN-Pacific Alliance Sepakat Hadapi Proteksionisme Global
(MI/KEMLU.GO.ID )

SEBAGAI organisasi yang menjadi mesin penggerak ekonomi di setiap kawasan, ASEAN dan Pacific Alliance (PA) harus bahu-membahu dalam menghadapi berbagai tantangan global, seperti tren proteksionisme dan anti-multilateralisme.

Hal ini disepakati oleh peserta Pertemuan Tingkat Menteri Ke-5 ASEAN dan PA di sela-sela Sesi ke-73 Sidang Majelis Umum PBB di New York, Amerika Serikat.

"Di tengah kondisi ekonomi global yang tidak menentu, perekonomian negara anggota kedua organisasi itu diperkirakan masih akan tetap tumbuh hingga 5,1% bagi ASEAN dan 2,3% bagi PA. Selain itu, kedua organisasi ini juga memiliki komitmen yang kuat terhadap integrasi ekonomi di setiap kawasan, ujar Direktur Jenderal Kerja Sama ASEAN selaku SOM Leader ASEAN-Indonesia, Jose Tavares, dalam keterangan resmi, Kamis (27/8).

Pertemuan menyepakati perlunya untuk meningkatkan interaksi para pebisnis dari kedua kawasan. Prospek ekonomi dan perdagangan kedua kawasan perlu lebih disebarluaskan kepada para pelaku bisnis, terutama bagi para pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). UMKM memiliki kontribusi yang sangat signifikan bagi pertumbuhan ekonomi kedua kawasan karena mampu menyerap banyak tenaga kerja dan merupakan tulang punggung ekonomi.

Pertemuan juga mengusulkan perlunya untuk mengembangkan kerja sama di bidang konektivitas sebagai sarana mendekatkan dua kawasan. Dengan memanfaatkan teknologi dan revolusi industri ke-4 (revolusi industri 4.0), penggunaan video conference bisa menjadi salah satu cara menjembatani interaksi pejabat pemerintah dan pihak swasta di kedua kawasan. Selain itu, pengembangan kerja sama di bidang transportasi udara juga diusulkan untuk dapat dijajaki ke depannya.

Pertemuan kali ini juga bertujuan untuk mengevaluasi rencana aksi ASEAN-PA 2017-2018. Sejauh ini, ASEAN-PA telah berhasil mengimplementasikan berbagai area kerja sama yang tercantum dalam rencana aksi ASEAN-PA itu, seperti mendorong partisipasi para pelaku bisnis pada kegiatan promosi perdagangan dan investasi di kedua kawasan, menyelenggarakan seminar mengenai peluang kerja sama ASEAN-PA, serta pemberian beasiswa bagi generasi muda untuk belajar bahasa dan budaya di kedua kawasan.

Kendati demikian, masih terdapat beberapa kerja sama lainnya yang belum diimplementasikan, seperti kerja sama di bidang ilmu pengetahuan, teknologi, dan inovasi serta pembangunan berkelanjutan. Oleh sebab itu, pertemuan memutuskan untuk memperpanjang rencana aksi ASEAN-PA 2017-2018 hingga tahun 2019.





Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Triwinarno
Berita Lainnya