Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
KEMENTERIAN Luar Negeri (Kemenlu) Republik Indonesia berharap Kepolisian Sabah dapat membantu membebaskan dua nelayan Indonesia yang diculik pada 11 September 2018. Perkembangan terbaru menyebutkan kelompok penculik telah meminta tebusan pada Selasa (18/9).
"Semoga Kepolisian Sabah tidak hanya bisa meneruskan informasi permintaan tebusan dari penyandera, tapi juga bisa membebaskan dua nelayan WNI yang diculik dari perairan mereka," kata Direktur Perlindungan WNI Kemenlu, Lalu Muhammad Iqbal, kemarin.
Kelompok penculik yang meminta tebusan diyakini berasal dari Filipina. Mereka diduga berada di balik penyanderaan dua nelayan Indonesia dua pekan lalu. Kelompok itu menuntut uang tebusan sebesar 4 juta ringgit atau sekitar Rp14,4 miliar.
Sementara itu, Komisaris Polisi Sabah, Datuk Omar Mammah, mengatakan keluarga salah satu korban menerima panggilan dari salah seorang penculik pada Selasa (18/9) sekitar pukul 10.24 pagi. Penculik menelepon untuk mengatur pembayaran guna menjamin kebebasan keluarga mereka.
"Istri salah satu korban yang berada di Sulawesi, Indonesia, menerima panggilan dari Filipina. Sejauh ini tidak ada batas waktu yang ditetapkan (untuk pembayaran). Mungkin negosiasi akan dilakukan antara beberapa pihak termasuk keluarga korban," kata Omar kepada wartawan pada konferensi pers di kantor polisi negara bagian itu, kemarin.
Omar mengungkapkan polisi telah menerima banyak informasi yang dapat dipercaya dari sejumlah nelayan yang melihat perahu pompa yang diyakini milik para tersangka. "Kami mengintensifkan upaya keamanan dari utara Kudat ke selatan Tawau. Sejauh ini para tersangka belum mengeluarkan ancaman."
Dia melanjutkan sebagai langkah untuk mempersempit gerak para pelaku, polisi tengah mempelajari kelayakan pencabutan larangan kapal pompa seperti disarankan Pemerintah Negara Bagian Parti Warisan Sabah beberapa bulan lalu.
Saat ini nelayan masih menggunakan perahu-perahu pompa di sepanjang garis pantai, tetapi tidak di area laut terbuka. "Kami masih menunggu keputusan dari pemerintah. Kami akan melihat izin apa saja yang diberikan untuk penggunaan perahu pompa. Jika pemerintah terus melarang penggunaan kapal jenis ini, kami akan mengikuti keputusan mereka dan menegakkan hukum," tegasnya.
Perahu pompa ialah perahu buatan tangan yang memakai mesin motor atau mobil yang dimodifikasi. Hal itu untuk membuat perahu pompa lebih murah dan simpel ketimbang motor perahu tempel. Perahu jenis ini populer di laut antara Sabah dan Filipina Selatan, biasanya digunakan nelayan-nelayan kecil.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved