RIBUAN rakyat Singapura membisu seribu bahasa tanpa bisa menahan tangis di sepanjang jalan-jalan yang menjadi rute pemindahan peti jenazah mendiang mantan Perdana Menteri (PM) Lee Kuan Yew dari Istana Presiden ke Gedung Parlemen, kemarin. Ribuan orang tumpah ke jalan-jalan dan rela menunggu berjam-jam untuk melihat langsung peti jenazah bapak bangsa yang berbalut bendera Singapura untuk memberikan penghormatan. Kondisi jalan-jalan utama di sekitar Istana ditutup. Tepuk tangan membahana dan teriakan "Kami mencintaimu!" dan "Lee Kuan Yew!" pecah ketika peti jenazah dari kayu cokelat itu muncul dari Istana.
Kereta jenazah ditarik kendaraan militer dan dikawal putra sulungnya, PM Lee Hsien Loong, dan anak-anak Lee Kuan Yew yang lain. Media lokal melaporkan warga Singapura mulai mengantre sejak Selasa (24/3) malam agar bisa mendapatkan kesempatan menjadi orang yang pertama untuk memberikan penghormatan kepada mendiang pemimpin yang dikenal dengan inisial 'LKY' itu. Lee, 91, meninggal pada Senin (23/3) di Singapore General Hospital, setelah lebih dari satu bulan berjuang melawan pneumonia akut. Jenazah Lee akan dimakamkan di permakaman kenegaraan National University of Singapore pada Minggu (29/3). PM Lee Hsien Loong mengumumkan Gedung Parlemen yang dijadikan persemayaman ayahnya akan tetap terbuka selama 24 jam hingga Sabtu (28/3) malam. "Karena sambutan yang begitu luar biasa dari masyarakat," ungkapnya.