Kapal Selam Jepang Berlatih di Laut China Selatan

(AFP/I-2)
18/9/2018 04:30
Kapal Selam Jepang Berlatih di Laut China Selatan
(AFP)

JEPANG telah melakukan latihan kapal selam pertama di Laut China Selatan, sebuah langkah yang dapat memprovokasi Beijing yang mengklaim sebagian besar perairan yang disengketakan.

Menurut harian Asahi Shimbun, kapal selam Kuroshio, Kamis (13/9), bergabung dengan tiga kapal perang Jepang di perairan barat daya dari Kepulauan Scarborough yang dikuasai Tiongkok.

Tiongkok mengklaim hampir seluruh wilayah Laut China Selatan yang kaya dan setiap tahun dilalui kapal dagang dengan nilai US$5 triliun. Namun, klaim Tiongkok ini dilawan dengan klaim serupa dari Brunei, Malaysia, Filipina, Taiwan, dan Vietnam.

Ketegangan di kawasan meningkat sejak Tiongkok merebut kumpulan Pulau Scarborough dari Filipina pada 2012.

Pasukan bela diri Jepang melakukan latihan antikapal selam praktis, termasuk latihan untuk melihat kapal selam musuh dengan perangkat sonar.

Sumber-sumber menggambarkannya sebagai latihan angkatan laut yang sah di perairan netral, dengan hak akses yang diperoleh berdasarkan hukum internasional.

Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Tiongkok Geng Shuang menolak untuk mengonfirmasi latihan, tetapi mengatakan bahwa situasi di Laut China Selatan membaik.

"Jepang harus bertindak hati-hati dan menghindari melakukan apa pun yang akan membahayakan perdamaian dan stabilitas regional," katanya.

Kapal selam Jepang ini akan berlabuh di Cam Ranh, Vietnam, yang bertujuan memperlihatkan kerja sama pertahanan antara Tokyo dan Hanoi.

Kunjungan kapal selam ke pelabuhan yang strategis ini ialah yang pertama sejak Perang Dunia II.

Tiongkok telah terlibat dalam mereklamasi tanah selama bertahun-tahun pada terumbu karang yang dikuasainya di Laut China Selatan dan telah membangun fasilitas sipil dan militer mereka.

Awal bulan ini Beijing mengecam Inggris karena mengirim kapal perang yang dekat dengan pulau-pulau yang disengketakan, salah satu dari serangkaian operasi kebebasan navigasi.





Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Dedy P
Berita Lainnya