Pengusaha Pakistan Dukung Pembukaan Trading House Indonesia

Tesa Oktiana Surbakti
14/9/2018 18:03
Pengusaha Pakistan Dukung Pembukaan Trading House Indonesia
(Ist)

DUTA Besar (Dubes) RI di Islamabad, Pakistan, Iwan Suyudhie Amri, melakukan pertemuan dengan para pengusaha Pakistan guna membahas pendirian trading house untuk pemasaran berbagai produk Indonesia di Lahore, Pakistan. Lahore merupakan kota kedua terbesar di Pakistan dengan 14 juta penduduk dan kota termakmur di Pakistan dengan GDP (PPP) tahun 2017 sebesar US$ 127 miliar.

Shahzad Aslam, pimpinan perusahaan AS International yang telah lama menjalin hubungan bisnis dengan Indonesia sebagai importir batu bara dan plastik, mengundang rombongan Kedutaan Besar RI Islamabad meninjau tempat yang akan dijadikan sebagai storage dan pemasaran berbagai contoh produk Indonesia.

“Selama ini trading house yang terdapat di Shahalam Market baru menyediakan multi produk dari Tiongkok, Dubai, Thailand, Turki dan Srilanka, kami ingin produk Indonesia dapat hadir di sini, karena permintaannya sangat besar," kata Shahzad dalam keterangan resmi yang diterima Media Indonesia, Jumat (14/9).

Adapun, Muneer, pengusaha importir minyak dan produk karet menuturkan lokasi trading house telah dikenal pelaku usaha di seluruh Pakistan. "Barang yang diminta nantinya dapat dikirim keluar Provinsi Punjab seperti Sindh, Khyber Pakhtunkhwa, dan Quetta," imbuh Muneer.

Para pengusaha Pakista yakin prospeknya cerah jika mendirikan trading house di lokasi Shahalam. Kunjungan ini akan ditindaklanjuti dengan identifikasi produk Indonesia yang dapat masuk dalam pangsa pasar Pakistan. Termasuk, contoh produk yang dipasarkan dan dilanjutkan dengan persiapan pembukaan trading house sebelum akhir 2018.

"Beberapa kali ke Indonesia, kami yakin produk Indonesia tidak kalah kualitas dan harganya dengan produk negara lain yang sudah ada," ujar Shahzad kembali menjelaskan.

Dubes Iwan mengungkapkan pihaknya sudah lama merencanakan pendirian trading house, namun masih tertunda untuk melihat berbagai aspek pengamatan, berikut lokasi yang strategis dan mitra Pakistan yang kredibel. “Upaya ini tidak lain adalah untuk mendorong ekspor non migas Indonesia sekaligus mengupayakan peningkatan nilai dagang Indonesia-Pakistan yang pada tahun 2018 mencapai US$ 2,64 miliar," terang Dubes Iwan.

Dia melanjutkan, saat meninjau lokasi dan dari keterangan pelaku usaha asal Lahore tersebut, beberapa produk yang besar permintaan dan pemasarannya adalah produk kecantikan, kosmetik, parfum, pakaian jadi anak-anak, pakaian bayi, pakaian jadi dewasa, peralatan sekolah, mainan elektrik, pecah belah, underwear, produk kebersihan, dan consumer good lainnya.

“Peran sebagai salesman bagi produk Indonesia harus dilakoni Kepala Perwakilan RI di semua negara sehabat, demikian pesan Presiden Jokowi," ujar Dubes Iwan.

Shahalam market atau masyarakat Pakistan menyebutnya dengan Shalmi merupakan salah satu pusat pasar yang strategis dan terbesar di anak benua India dan Asia dengan luas sekitar 7 hektar, serta sekitar 40 ribu pemilik usaha mendirikan kios dan kantor pemasaran produknya. Jalannya cukup sempit ditambah dengan padatnya pengunjung yang setiap harinya bisa mencapai sekitar 800 ribu pengunjung. (OL-7)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Astri Novaria
Berita Lainnya