Badai Florence Kian Dekat, Georgia Ikut Umumkan Status Darurat

Tesa Oktiana Surbakti
13/9/2018 19:35
Badai Florence Kian Dekat, Georgia Ikut Umumkan Status Darurat
((Photo by ANDREW CABALLERO-REYNOLDS / AFP))

WARGA Amerika Serikat (AS) kini tengah menanti kedatangan Badai Florence yang tinggal hitungan jam. Badai dahsyat yang disertai curah hujan tinggi dan potensi banjir, diprediksi menghantam wilayah Pantai Timur AS pada Kamis (13/9) waktu setempat.

Setelah empat negara bagian, yakni Carolina Utara, Carolina Selatan, Virginia dan Maryland, mengumumnkan status darurat. Kini langkah serupa turut dilakukan negara bagian Georgia. Pasalnya, pergerakan Badai Florence diperkirakan membawa hujan lebat yang dapat mengancam keselamatan penduduk di wilayah tersebut.

"Badai dipresiksi bergerak ke jalur selatan. Kami berupaya memastikan keselamatan penduduk. Saya meminta warga Georgia mempersiapkan diri menghadapi dampak badai," ujar Gubernur Georgia Nathan Deal.

Jelang kedatangan Badai Florence, Presiden AS Donald Trump beserta pejabat negara bagian gencar mendesak warga setempat untuk segera mengungsi sebelum terlambat.

Perintah evakuasi turut diperkuat gambar jarak jauh yang ditangkap astronot Jerman, Alexander Gerst, dari Stasiun Ruang Angkasa Internasional. Gambar yang memperlihatkan wajah badai monster dengan bunyi peringatan: "Hati-hati Amerika!", kemudian viral setelah diunggah melalui akun Twitter.

Pusat Badai Nasional (NHC) menyatakan kecepatan angin dari Badai Florence perlahan berkurang menjadi 110 mil per jam. Hal itu membuat status kekuatan badai turun ke kategori 2, dari sebelumnya berada pada kategori 3.

Penurunan kategori kekuatan badai terjadi dalam kurun waktu beebrapa jam, namun NHC tetap mengingatkan Badai Florence masih mengancam keselamatan warga. Sebab, kedatangan badai disertai gelombang tinggi yang menghantam wilayah pesisir.

Warga AS yang diperintahkan mengungsi mencapai 1,7 juta jiwa. Perintah evakuasi bersifat wajib itu mendorong warga berbondong-bondong meninggalkan kediaman maupun bisnis mereka di wilayah pesisir sejak Rabu (12/9) lalu.

"Segera cari tempat perlindungan. Jangan meremehkan Badai Florence, karena ini mungkin terdahsyat sepanjang yang kita alami," ucap Trump sekaligus menegaskan kesiapan pemerintah AS menghadapi potensi bencana yang ditimbulkan.

Selain itu, warga pun harus siap mengalami situasi gelap gulita. Duke Energy, perusahaan yang memasok listrik ke wilayah Carolina, memperkirakan aliran listrik ke 1-3 juta pelanggan akan terputus. Dibutuhkan waktu beberapa pekan untuk memulihkan pasokan listrik kembali normal.

Pada pukul 2 pagi waktu setempat, kata badai terpantau di 235 mil tenggara Wilmington, Carolina Utara. Pergerakan Badai Florence yang disertai hujan deras, mengarah ke wilayah utara Virginia dan selatan Georgia. (AFP/OL-1)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya