Houthi Tolak Berunding,Yaman Tetap Panas

(AFP/Yan/I-1)
08/9/2018 10:00
Houthi Tolak Berunding,Yaman Tetap Panas
( AFP PHOTO / Mohammed HUWAIS)

JADWAL pembicaraan damai faksi-faksi bertikai Yaman semakin tidak jelas kemarin setelah kubu pemberontak Houthi mengajukan syarat untuk datang ke Jenewa, Swiss.

Perundingan di Jenewa ini yang pertama sejak 2016 dijadwalkan dibuka Kamis (6/9), tetapi terpaksa ditunda akibat ketidakhadiran kubu pemberontak. Padahal, sebelumnya utusan khusus PBB untuk pertemuan itu Martin Griffiths telah menggelar pertemuan dengan delegasi pemerintah.

Delegasi Houthi masih bertahan di ibu kota Yaman, Sanaa. Mereka mendesak PBB untuk memenuhi tiga tuntutan sebelum berangkat ke Swiss. Kubu pemberontak yang didukung Iran itu menegaskan bahwa mereka tidak akan bergabung sampai PBB memenuhi tiga syarat yang sudah disepakati.

Mereka meminta militan yang terluka diangkut ke Oman untuk perawatan medis, repatriasi militan yang telah menerima perawatan di sana, dan jaminan bahwa delegasi Houthi akan diizinkan kembali ke Sanaa setelah pembicaraan di Jenewa.

Para militan mengatakan, Kamis (6/9) malam, bahwa koalisi masih menolak memberi izin kepada pesawat Oman untuk mendarat di Sanaa dan membawa delegasinya ke Jenewa.

Para militan juga perlu memastikan keselamatan delegasi dan menuntut jaminan bahwa mereka akan diizinkan kembali tanpa hambatan ke bandara Sanaa. Demikian menurut pernyataan militan di situs web berita SABA.

Dewan Agung Revolusi, dewan tertinggi Houthi, mengatakan kemarin mereka makin curiga koalisi pimpinan Arab Saudi yang mendukung Presiden terpilih Yaman Abedrabbo Mansour Hadi berniat untuk melecehkan mereka. Dewan itu mengatakan koalisi berencana untuk mendamparkan delegasi Houthi di Djibouti saat pesawat singgah dalam perjalanan ke Jenewa.

Kelompok Houthi menguasai Sanaa dan sebagian Yaman utara, sedangkan koalisi pimpinan Saudi yang mendukung pemerintahan Hadi mengendalikan wilayah utara negara itu.

Dengan dipimpin oleh Menteri Luar Negeri Khaled al Yamani, delegasi pemerintah Yaman tiba di Swiss pada Rabu (5/9). Delegasi pemerintah mengatakan, Kamis (6/9), bahwa mereka hanya akan menunggu selama 24 jam, hingga kemarin tengah hari dan kemudian meninggalkan Jenewa jika kubu pemberontak tidak hadir.

Anggota delegasi Yaman, Hamza Alkamali, mengatakan pembicaraan itu telah dijadwalkan selama dua bulan dan bahwa para militan jelas tidak ingin perdamaian. "Izin untuk penerbangan yang membawa delegasi militan dan terluka telah dikeluarkan tiga hari yang lalu," kata Alkamali berkeras.





Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Dedy P
Berita Lainnya