Kerap Keras, Kandidat Presiden Brasil Ditikam

(Ant/I-1)
08/9/2018 09:40
Kerap Keras, Kandidat Presiden Brasil Ditikam
(Fabio TEIXEIRA / AFP)

KANDIDAT presiden Brasil dari kubu sayap kanan, Jair Bolsonaro, ditikam oleh seorang penyerang dalam satu pertemuan terbuka di Kota Juiz de Fora, Kamis (6/9). Kondisinya mulai stabil setelah menjalani operasi atas luka-lukanya akibat penikaman itu.

“Operasi Bolsonaro berjalan baik dan kondisinya mulai membaik. Dia kini dipindahkan ke Rumah Sakit Albert Einstein,” jelas Eunice Dantas, juru bicara RS Santa Casa de Juiz de Fora tempat dia dirawat sebelumnya, Jumat (7/9).

Anggota Kongres Jair Bolsonaro, tokoh kontroversial dari kubu sayap-kanan, selama bertahun-tahun telah membuat marah banyak rakyat ‘Negeri Samba’ itu karena komentarnya yang menyulut perpecahan, tapi memiliki banyak pendukung di kalangan pemilih konservatif.

Menurut Dr Luiz Henrique Borsato, yang mengoperasi calon presiden tersebut, diperlukan waktu berbulan-bulan sampai Bolsonaro benar-benar pulih. Dia akan menghabiskan waktu setidaknya satu pekan di rumah sakit.  “Luka bagian dalam tubuhnya parah dan itu membuat nyawa pasien terancam,” kata Borsato.

Dia menambahkan tantangan serius sekarang ialah mencegah infeksi yang dapat mengakibatkan usus Bolsonaro bocor.

Serangan terhadap Bolsonaro, 63, ialah peristiwa dramatis dalam menjelang pemilihan umum yang paling tak bisa diramalkan di Brasil sejak negeri itu kembali ke demokrasi tiga dasawarsa lalu.

Penyelidikan korupsi telah menjebloskan­ sejumlah politikus dan pengusaha tangguh ke dalam penjara beberapa tahun belakangan ini.

Ada kekhawatiran bahwa kerusuhan dapat berkobar di seluruh Brasil kemarin saat negara itu merayakan hari kemerdekaan dan pendukung kelompok politik diperkirakan berpawai di ratusan kota. Pesaing Bolsonaro membekukan kegiatan kampanye mereka Jumat (7/9).

Dampak pemilihan umum di bawah hukum kampanye Brasil, koalisi kecil yang dipimpin oleh Bolsonaro, nyaris tak memiliki waktu kampanye melawan calon pemerintah di televisi dan radio. Karena itu, dia sangat mengandalkan media sosial dan pertemuan terbuka di seluruh negeri tersebut untuk menghimpun dukungan. Jika Bolsonaro tak bisa keluar ke jalan, itu dapat membahayakan kampanyenya.

Namun, Flavio Bolsonaro, putra calon presiden itu, kemarin di luar rumah sakit tempat ayahnya dirawat, mengatakan bahwa Bolsonaro sadar dan serangan itu bermotif politik. (Ant/I-1)

 





Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Dedy P
Berita Lainnya