PBB Serukan Kekerasan Bersenjata di Libia Diakhiri

AFP/Yan/I-3
03/9/2018 04:20
PBB Serukan Kekerasan Bersenjata di Libia Diakhiri
(AFP)

SEKRETARIS Jenderal PBB Antonio Guterres menyerukan agar segera diakhiri berbagai kekerasan di Libia sesuai perjanjian gencatan senjata yang ditengahi PBB. Hal itu disampaikan Guterres pada Jumat (31/8).

Menurut data Kementerian Kesehatan Libia, sedikitnya 39 orang tewas dan sekitar 100 lainnya menderita luka-luka dalam lima hari bentrokan antara kelompok milisi yang berseberangan. Seperti diketahui, bentrokan pecah sejak Minggu (26/8) di wilayah pinggiran selatan Libia.

"Sekretaris jenderal mengutuk eskalasi kekerasan yang terjadi di dalam dan di sekitar ibu kota Libia. Kecaman juga ditujukan khusus untuk kelompok bersenjata yang menggunakan cara pengeboman secara sembarangan yang menyebabkan kematian dan cedera warga sipil, termasuk anak-anak," tulis sebuah pernyataan dari kantor Guterres.

Lebih lanjut disampaikan, sekretaris jenderal meminta agar semua pihak segera menghentikan permusuhan dan mematuhi perjanjian gencatan senjata yang ditengahi PBB dan Komite Rekonsiliasi.

Secara terpisah, lewat pernyataan bersama oleh empat negara, yakni Inggris, Prancis, Italia, dan Amerika Serikat, telah dikeluarkan peringatan terhadap kelompok-kelompok yang dituding merusak keamanan di Tripoli dan tempat lainnya di Libia. Keempat negara itu mengatakan akan meminta pertanggungjawaban.

Saat ini, Ibu Kota Libia, Tripoli, menjadi pusat perseteruan antara kelompok bersenjata sejak tumbangnya diktator Moamer Kadhafi pada 2011.





Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Msyaifullah
Berita Lainnya