Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
AMERIKA Serikat (AS) berkukuh mendorong agar Pakistan menindak tegas kelompok-kelompok teroris yang berdiam dengan nyaman di negara itu. Sebagai penawar, AS telah menangguhkan bantuan keamanan bernilai ratusan juta dolar untuk Islamabad pada awal tahun ini.
Menurut Pentagon, karena ketidaktegasan Pakistan, militer AS terpaksa merealokasikan dana sebesar US$300 juta yang seharusnya menjadi bantuan bagi Pakistan. Pemerintah 'Negeri Paman Sam' itu menilai Islamabad kurang tegas mendukung strategi regional AS.
"Karena kurangnya tindakan tegas Pakistan untuk mendukung strategi di Asia Selatan, dana US$300 juta akan diprogram ulang Departemen Pertahanan dalam waktu Juni/Juli 2018," kata Letnan Kolonel Kone Faulkner melalui surat elektronik kepada AFP.
Dia melanjutkan, Departemen Pertahanan sedang menunggu keputusan Kongres, yaitu apakah permintaan program ulang tersebut akan disetujui atau ditolak. Selama ini, Pakistan telah berperang dengan sengit melawan beberapa kelompok teroris yang mengancam keamanan negara itu.
Namun, para pejabat AS menuduh pejabat Pakistan mengabaikan atau bahkan bekerja sama dengan kelompok-kelompok yang meluncurkan operasi ke Afghanistan dari persembunyian mereka di sepanjang perbatasan.
Gedung Putih percaya badan intelijen antardinas Pakistan dan badan militer lainnya telah lama membantu pendanaan dan mempersenjatai kelompok Taliban yang merupakan musuh AS. Hal itu diduga dilakukan bukan hanya karena alasan ideologis, melainkan juga untuk melawan pengaruh India yang meningkat di Afghanistan.
Kelompok-kelompok itu sejauh ini telah mengancam pemerintah Afghanistan yang didukung AS. Selain itu, mereka juga telah menyerang dan menewaskan banyak pasukan AS yang dikirim ke wilayah itu setelah serangan 11 September 2001.
"Kami terus menekan Pakistan agar menargetkan semua kelompok teroris," lanjut Faulkner. Sebelumnya, rasa frustrasi AS yang telah mendidih diperlihatkan mantan Presiden Barack Obama yang memerintahkan serangan pesawat tanpa awak ke tempat perlindungan kelompok-kelompok teroris di Pakistan dan mengirim pasukan komando untuk membunuh pentolan Taliban, Osama bin Laden di persembunyiannya di Abbottabad.
Kini, Presiden AS Donald Trump juga memperlihatkan sikap tegas. "AS dengan bodohnya telah memberi Pakistan bantuan lebih dari US$33 miliar selama 15 tahun terakhir. Namun, mereka tidak memberi apa pun kecuali kebohongan. Mereka mengira kami bodoh," tulis Trump di Twitter.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved