MENTERI Hukum Delhi, India, Jitender Singh Tomar mengundurkan diri dari jabatannya setelah diduga menggunakan gelar palsu. Tomar yang juga petinggi partai berkuasa di Delhi, Partai Aadmi Aam, terpaksa mundur, karena tidak ingin membuat malu partai.
"Saya tidak ingin membuat malu partai, dan saya harus mengundurkan diri," kata Tomar seperti dilansir New Delhi TV (NDTV), Selasa (9/6)
Pengunduran diri Tomar itu beberapa jam setelah ia ditangkap di hari yang sama oleh pihak kepolisian setempat. Pria beruisa 49 tahun ini diduga melakukan kecurangan dan konspirasi terkait pemalsuan gelar.
Tomar mengajukan surat pengunduran diri langsung kepada Ketua Menteri Arvind Kejriwal. Pengunduran diri itu sempat ditolak Arvind. Tapi ia mendesak agar Arvind berkenan menerima surat kedua yang disampaikan melalui pengacara pribadinya.
"Sebelumnya juga saya telah menawarkan untuk mengundurkan diri, tetapi Anda tidak menerimanya. Kali ini saya meminta Anda untuk senang menerima pengunduran diri saya," tulis Tomar dalam suratnya.
Tomar menduga tudingan dan penangkapan dirinya sarat dengan muatan politis. Sebab, partainya yang berkuasa di Delhi sengaja disudutkan dengan lawan politiknya, partai Bharatiya Janata, yang juga kubu Perdana Menteri India Narendra Damodardas Modi.
"Anda tahu sangat baik mengapa hal ini terjadi. (Pemerintah) Pusat melakukannya, Modi melakukannya," tukas dia.
Sebelumnya, sekitar 30 hingga 40 polisi menangkap paksa Tomar dari kediamannya. Penangkapan ini berujung protes dari Wakil Ketua Menteri Delhi Wakil Manish Sisodia.
"Apakah dia mafia, yang melarikan diri?" sesal Sisodia. (Q-1)