Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
AMERIKA Serikat (AS) kemarin mulai memberlakukan putaran baru perang dagang dengan Tiongkok dengan mengenakan tarif 25% atas 279 produk impor bernilai US$16 miliar (sekitar Rp234 triliun) asal Tiongkok.
Bea Cukai dan Perlindungan Perbatasan AS melalui situs mereka telah mengonfirmasi bahwa tarif akan berlaku Kamis pukul 12.01 waktu setempat.
Gayung bersambut. Tindakan tersebut langsung dibalas Tiongkok. Pada waktu yang sama, mereka akan memberlakukan tarif terhadap impor AS bernilai US$16 miliar.
Setelah langkah tersebut, AS masih berencana menaikkan tarif bea masuk baru terhadap impor Tiongkok senilai US$200 miliar (senilai Rp2,8 biliun).
Eskalasi perdagangan terjadi ketika para pejabat dari dua ekonomi terbesar dunia bertemu untuk negosiasi tarif di Washington.
AS memberikan pajak bea masuk tambahan 25% atas 279 kategori produk impor Tiongkok yang diidentifikasi Perwakilan Perdagangan AS. Produk-produk kunci yang terkena antara lain semikonduktor, bahan kimia, plastik, sepeda motor, dan skuter listrik.
Beijing membalas dengan tarif baru senilai US$16 miliar untuk produk impor tambahan dari AS, termasuk bahan bakar, produk baja, mobil, dan peralatan medis. Pungutan itu berlaku pada saat yang sama ketika tarif AS diberlakukan, Kamis (23/8), kata kantor berita negara Xinhua, mengutip pengumuman dari Komisi Tarif Bea Cukai Dewan Negara.
Kementerian Perdagangan Tiongkok menyatakan akan terus melawan kebijakan perang dagang yang dikobarkan Amerika Serikat. Perlawanan akan dilakukan dengan membalas setiap pengenaan tarif yang dikenakan pada produk ekspor mereka.
"Tiongkok sangat menentang perang dagang yang dilakukan AS, kami akan melakukan tindakan yang diperlukan. Di saat yang sama kami juga akan menggugat mereka ke WTO," katanya.
Presiden AS Donald Trump bahkan mengancam untuk mengenakan bea atas lebih dari US$500 miliar (Rp7,3 biliun) barang-barang Tiongkok yang diekspor setiap tahun ke AS.
Bursa Asia fluktuatif
Mayoritas bursa saham Asia bergerak variatif pada perdagangan Kamis (23/8) dalam merespons perang dagang antara Amerika Serikat dan Tiongkok. Meski masih dalam proses dialog, kedua belah pihak berkukuh memberlakukan tarif pada komoditas impor bernilai miliaran dolar.
Washington diketahui telah mengenakan tarif bea masuk impor atas komoditas dari Tiongkok sebesar US$16 miliar. Pengetatan kebijakan proteksionisme AS lantas memicu Tiongkok mengeluarkan tarif balasan. Tiongkok digadang-gadang terpaksa melakukan serangan balik lantaran tidak punya pilihan lain. Apalagi AS ditengarai telah melanggar ketentuan Organisasi Perdagangan Dunia (WTO).
Pada Juli, Tiongkok mengenakan tarif balasan pada produk AS yang masuk ke 'Negeri Tirai Bambu' senilai US$34 miliar. Pemberlakuan tarif tersebut jatuh saat petinggi negara masing-masing tengah berdialog guna mengurangi tensi perselisihan dalam beberapa bulan terakhir. Kendati demikian, sejumlah pengamat ekonomi mewaspadai perkembangan gejolak yang berpotensi ditimbulkan perang dagang.
Pergerakan indeks bursa saham Asia terpantau fluktuatif sepanjang hari. Pada penutupan perdagangan Kamis (23/8), indeks bursa saham Tokyo naik 0,25%. Pun bursa saham Shanghai naik 0,4%. Berikutnya bursa saham Seoul dan Singapura masing-masing juga naik 0,4% dan 1,6%.
Sebaliknya, indeks saham Hong Kong dan Sydney merosot dengan penurunan masing-masing sebesar 0,5% dan 0,3%. (AFP/CNBC/I-2)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved