Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
GEMPA kuat berkekuatan 8,2 skala Richter mengguncang Fiji pada Minggu (19/8). Badan Survei Geologi AS (USGS) mencatat, gempa terjadi di kedalaman 563,4 kilometer dengan episentrum di 280 kilometer (km) utara- timur laut Pulau Ndoi, Fiji.
Kendati demikian, gempa bawah laut itu terlalu dalam untuk memicu tsunami besar. Pusat Peringatan Tsunami Pasifik atau PTWC mengungkapkan, sejauh ini gelombang tsunami kecil telah terdeteksi tetapi tidak ada kerusakan yang dilaporkan.
"Saya kira tak ada kerusakan. Orang-orang akan merasakan getarannya tetapi sangat dalam pusat gempanya sehingga saya kira tak ada kerusakan," kata ahli Geofisika USGS, Jana Pursley, Minggu (19/8).
Direktur Unit Seismologi Fiji, Apete Soro, mengatakan gempa terjadi lebih dekat dengan kelompok Pulau Lau, 62 km dari Desa Waiqori.
"Ada juga laporan tentang gempa yang dirasakan di bagian tengah dan barat pulau utama Viti Levu," katanya.
Sejumlah warga Selandia Baru yang berlibur di Fiji dikabarkan merasakan gempa berkekuatan 8,2 SR yang melanda Samudra Pasifik itu.
Meski berada di titik yang sangat dalam dan jauh dari pulau berpenghuni, magnitudo gempa yang tergolong besar tetap menyebabkan goncangan yang signifikan di wilayah berpenduduk terdekat, yakni Fiji.
Warga Selandia Baru, Cara Michael yang berada di Fiji bersama keluarganya mengatakan, "gedung-gedung bergoyang, membuat Anda merasa sedikit mabuk laut, tetapi berhenti setelah sekitar setengah menit."
"Meski begitu, semua orang cukup santai di sini seperti biasanya," kata Michael kepada New Zealand Herald, dilansir Minggu (19/8).
Salah seorang di Lautoka, kota terbesar kedua di Fiji, juga mengatakan bahwa mereka merasakan seluruh gedung bergoyang seperti tengah meregangkan diri.
James Wilson, warga Selandia Baru yang sedang berlibur, yang tengah berada di pulau utama Tongatapu ketika juga merasakan getaran tersebut.
"Saya berada di dermaga Queen Salote di Nuku'alofa, duduk di bangku dan bangku mulai bergoyang."
Seorang warga Selandia Baru lain bernama Graham mengatakan bahwa dirinya berada di sebuah pulau kecil di Tonga di lepas pantai Nuku'alofa, Fiji, ketika tanah mulai bergetar akibat gempa.
"Itu ialah guncangan besar yang membuat kami saling memandang dengan tak percaya. Kemudian mendengar tidak ada ancaman tsunami melalui internet, maka semua baik-baik saja di sini, di Tonga," Jelas Graham.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved