Kofi Annan Meninggal, Ghana Berkabung Sepekan

Tesa Oktiana Surbakti
18/8/2018 19:49
Kofi Annan Meninggal, Ghana Berkabung Sepekan
Kofi Annan(AFP/BRENDAN SMIALOWSKI)

SETELAH Kofi Annan dinyatakan meninggal dunia, Presiden Ghana Nana Akufo-Addo mengumumkan masa berkabung selama sepekan. Langkah itu sebagai penghormatan terakhir bagi mantan Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) sekaligus peraih Nobel Perdamaian.

Akufo-Addo menyebut pria yang wafat dalam usia 80 tahun itu seorang diplomat yang sempurna. Dalam pernyataan resmi, dia mengaku amat sedih atas kepergian Kofi Annan yang dikabarkan meninggal di rumah sakit Swiss. Sebelum menghembuskan nafas terakhir, pria kelahiran Kumasi, Ghana, menderita penyakit dalam tempo yang cukup singkat.

"Saya telah menginstruksikan pemasangan bendera setengah tiang di seluruh penjuru negeri, sebagai bentuk penghormataan. Bendera setengah tiang juga terpasang di seluruh misi diplomatik Ghana yang tersebar di dunia," kata Akufo-Addo.

Annan menjadi pemimpin berkulit hitam pertama di lingkaran PBB. Kepiawan Annan dalam berdiplomasi di ranah global, serta kegigihannya memperjuangkan keadilan, menggiring Ghana ke jajaran negara yang patut diperhitungkan.

"Dia (Annan) adalah seorang yang begitu percaya pada kemampuan masyarakat Ghana dalam mencapai kemajuan dan kemakmuran," tukasnya. (AFP/OL-4)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Akhmad Mustain
Berita Lainnya