Italia Tuntut Pengelola Jembatan

AFP/Tes/I-1
18/8/2018 10:20
Italia Tuntut Pengelola Jembatan
(AFP/ARCO BERTORELLO)

TIM penyelamat Italia terus bekerja keras mencari korban di bawah reruntuhan jembatan layang yang ambruk di Genoa, Italia, pada Selasa (14/8). Akibat musibah tersebut, setidaknya 39 orang tewas, termasuk sejumlah warga negara asing.

Peluang untuk menemukan korban selamat yang terjebak dalam puing-puing reruntuhan jembatan Morandi yang ambruk tiba-tiba itu terbilang tipis.

Meski operasi pencarian cukup berbahaya, tim penyelamat tidak lantas menyerah. Penyelidikan terhadap peristiwa yang menyebabkan puluhan mobil dan truk terjun bebas dari ketinggian 45 meter, pun terus diintensifkan.

"Kami mencoba mencari celah ada peluang orang bisa bertahan hidup, atau memang sudah tidak bisa bertahan sama sekali," kata petugas pemadam kebakaran Emanuele Gissi, kemarin.

Sekitar 10-20 orang diperkirakan hilang dalam peristiwa tersebut. Proses pencarian turut dibantu alat berat seperti derek dan buldoser untuk membersihkan lokasi yang sulit dijangkau tim penyelamat, sekaligus memotong puing beton yang besar.

Petugas juga mengerahkan anjing penyelamat untuk mengendus tanda-tanda kehidupan.

Pemerintah Italia amat geram terhadap Autostrade per L'Italia selaku operator, mengingat runtuhnya jembatan berusia puluhan tahun tersebut disebabkan persoalan struktural.

Perusahaan konstruksi raksasa itu kini terbelit masalah serius karena dianggap lalai terhadap pemeliharaan jembatan.

Pemerintah Italia bahkan menyebut anak perusahaan Atlantia itu gagal dalam berinvestasi. Mengingat hampir setengah infrastruktur jalan raya di Italia berada di bawah pengelolaan Autostrade, pemerintah mengambil langkah evaluasi besar-besaran.

Menteri Dalam Negeri Italia Matteo Salvini sudah menuntut korporasi untuk bertanggung jawab dengan menggelontorkan bantuan kepada keluarga dan dana penanganan bencana sebesar US$ 500 juta.





Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Msyaifullah
Berita Lainnya