Korban Jiwa Jembatan Runtuh di Italia Bertambah

Antara
15/8/2018 20:20
Korban Jiwa Jembatan Runtuh di Italia Bertambah
(AFP)

PENYELAMAT mencari penyintas dari puing jembatan Italia, yang runtuh pada Rabu (15/8), sementara jumlah korban tewas meningkat menjadi 37 dan pemerintah menyalahkan pengelola jembatan itu. Pemerintah juga menuntut pengunduran diri pengelola tersebut dan akan mencabut konsesi tolnya.

Jembatan berumur 50 tahun itu, bagian dari jalan tol menghubungkan kota pelabuhan Genoa dengan bagian selatan Prancis, runtuh saat hujan deras pada Selasa (14/8) waktu setempat. Puluhan kendaraan jatuh ke sungai, rel kereta dan dua gudang.

Ivan, saksi berusia 37 tahun, yang diselamatkan pada Selasa dari gedung dekat jembatan tempat dia bekerja, melukiskan keruntuhan jembatan itu tidak dapat dipercaya. Sejauh yang dia ketahui, jembatan itu mendapat perawatan.

"Pada 1990-an, mereka menambah penguat di satu bagian, tetapi di bawah Anda lihat karat," katanya.

Sementara alat berat dan truk dikerahkan untuk memindahkan dan mengangkut besi dan beton yang patah, ratusan anggota pemadam kebakaran mencari penyintas.

Masyarakat kaget dan kesedihan berubah menjadi kemarahan atas keadaan jembatan sepanjang 1,2 kilometer itu, yang pembangunannya rampung pada 1967 dan diperbaiki dua tahun lalu.

Operator jembatan Autostrade, unit dari grup Atlantia yang terdaftar di Milan, menyatakan pihaknya telah melakukan pengecekan secara teratur dan canggih atas struktur bangunan sebelum bencana itu terjadi.

Dalam sebuah pernyataan, perusahaan tersebut mengatakan para teknisi melakukan penilaian dan menginspeksi berdasarkan praktik-praktik
internasional. Namun kondisi jembatan itu dan kemampuannya untuk bertahan dengan intensitas dan berat beban meningkat akibat lalu lintas selama beberapa tahun telah menjadi fokus perdebatan masyarakat sejak jembatan runtuh Selasa.

Wakil Perdana Menteri dan Menteri Dalam Negeri, Matteo Salvini, mengatakan, manajer sektor swasta jembatan itu telah memperoleh uang 'miliaran' dari pembayaran tol tetapi 'Tidak menggunakan uang semestinya' dan konsesinya akan dicabut. Pernyataannya itu jelas merujuk kepada Autostrade.

"Memberlakukan penalti tertinggi dimungkinkan dan menjamin bahwa mereka yang bertanggung jawab atas korban jiwa dan luka-luka membayar bagi kerusakan dan kejahatan yang terjadi," katanya.

Menteri Perhubungan Italia, Danilo Toninelli, mengatakan pada Rabu (15/8), ia telah memulai proses untuk mencabut konsesi yang diberikan kepada Autostrade dan menuntut para pimpinan tingginya mundur.

"Autostrade per L'Italia tidak dapat memenuhi kewajibannya berdasarkan atas kontrak, yang mengatur pengelolaan prasarana itu," kata Toninelli di TV negara RAI 1, dengan menambahkan bahwa ia juga akan memberlakukan denda besar terhadap perusahaan tersebut. (OL-1)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya