Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
PRESIDEN Turki Recep Tayyip Erdogan menuduh Amerika Serikat (AS) mencoba menusuk Turki dari belakang. Hal ini terkait krisis diplomatik antara kedua negara yang berujung pada krisis ekonomi di Turki.
Krisis antara kedua negara ini dipicu penahanan seorang pendeta AS oleh pihak Turki, Andrew Brunson. Kecaman pun diarahkan oleh Erdogan kepada Presiden AS Donald Trump.
"Di satu pihak Anda bersikap seperti seorang rekan strategis. Tetapi di lain pihak Anda menembak peluru ke arah kaki rekan strategis kalian sendiri," ujar Erdogan di Ankara, seperti dikutip AFP, Senin (13/8).
"Kita bersama-sama di NATO (Pakta Pertahanan Atlantik Utara) dan kemudian kalian menusuk rekan strategis kalian dari belakang. Apakah hal ini bisa diterima?" tanya Erdogan.
Negeri Paman Sam menjatuhkan sanksi ekonomi kepada Turki ketika pendeta AS tetap ditahan oleh pihak Negeri Ottoman itu. Pada akhirnya, mata uang lira merosot tajam dan membuat Turki dalam jurang krisis ekonomi.
Namun Erdogan tetap menolak bahwa negaranya dalam krisis saat ini. Menurutnya, tim ekonomi Turki akan mampu mengatasi semua permasalahan yang terjadi.
Selain itu Erdogan juga menegaskan bahwa dirinya tidak gentar melawan kekuasaan AS. Sementara merespons desakan pembebasan Brunson, Erdogan menilai AS bertindak gegabah.
"Anda mempertaruhkan mitra strategis di Nato hanya karena seorang pendeta. Anda tidak akan pernah bisa menundukkan negara ini dengan bahasa ancaman," ungkap Erdogan kepada AS.
Turki telah menahan Brunson selama hampir dua tahun. Ankara menuduhnya memiliki kaitan dengan Partai Pekerja Kurdistan dan gerakan Gulen, yang dituduh sebagai dalang di balik percobaan kudeta 2016. (Medcom/OL-1)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved