Dipaksa Pulang, Pelajar Saudi di Kanada Cemas

Tesa Oktiana Surbakti
09/8/2018 20:30
Dipaksa Pulang, Pelajar Saudi di Kanada Cemas
( AFP PHOTO / RIZWAN TABASSUM)

RIBUAN pelajar Arab Saudi harus menelan pil pahit. Di tengah panasnya pertikaian diplomatik dengan Kanada, Pemerintah Saudi memutuskan menarik para pelajar yang tengah menimba ilmu di Negeri Pecahan Es.

Menilik situs Immigration, Refugees and Citizenship Canada (IRCC), tercatat 8.310 pelajar Saudi yang terdaftar di sekolah tingkat atas periode Januari-Mei 2018. Dari jumlah tersebut, sebanyak 1.645 pelajar berada di British Columbia (BC), provinsi paling barat Kanada. Ribuan pelajar harus meninggalkan Kanada selambatnya akhir Agustus.

Buntut dari seruan Kanada agar Saudi membebaskan aktivis pejuang hak asasi manusia (HAM), berdampak ke berbagai aspek. Secara sepihak, Saudi membekukan perjanjian kerja sama dengan Kanada terkait perdagangan dan investasi.

Kebijakan yang diambil Saudi nyatanya merisaukan para pelajar. Apalagi keputusan tersebut tidak pandang bulu. Baik pelajar dengan status beasiswa maupun biaya sendiri, wajib mematuhi arahan dari pemerintah yang berbasis sistem monarki.

Penasihat akademik di Sprott Shaw Language College Aboubakar Idriss menuturkan 13 pelajar yang berada di bawah bimbingannya kini tengah kalut sekaligus sedih. Para pelajar yang sudah berada di tingkat akhir mengkhawatirkan nasib pendidikan mereka ke depan. Sebagian pelajar tengah memusingkan status rumah berikut kendaraan yang sudah terlanjur disewa untuk jangka panjang.

"Semuanya terjadi begitu cepat. Mayoritas pelajar terus bertanya-tanya apa yang akan terjadi selanjutnya. Lalu apa yang harus dilakukan ke depan," kisah Idriss kepada CBC, Kamis (9/8).

Kesedihan pun turut dirasakan Idriss. Dia bahkan tidak tega memandang calon pelajar asal Saudi yang belum lama tiba di Kanada. Meski baru aktif belajar bulan depan, sejumlah pelajar sudah mengikuti kegiatan inisisasi.

"Aku bilang kepada mereka, selamat datang di Kanada karena ini hari pertamanya. Ketika meninggalkan sekolah, lantas saya mengucapkan selamat tinggal. Saya tahu mereka mungkin tidak akan kembali lagi," ucap Idriss getir.

Di lain tempat, Presiden Direktur University of British Columbia (UBC) Santa J Ono menyayangkan keputusan Saudi menarik pelajarnya pulang ke Tanah Air. Dia berharap perselisihan antar kedua negara dapat mencapai titik temu. Dari 280 mahasiswa Saudi yang terdaftar di UBC, mayoritas atau sekitar 80% memperoleh beasiswa dari Saudi Arabian Cultural Bureau (SACB). Menurut Ono, para mahasiswa Saudi tengah mengalami masa sulit pasca diperintahkan berhenti belajar dari UBC.

"Ini adalah waktu yang sulit bagi semua pelajar Saudi, termasuk keluarga mereka. Kami berharap perselisihan dapat segera diselesaikan agar para mahasiswa kembali melanjutkan studinya. Kami berusaha membantu mereka yang masih menduga-duga berapa besar dampak perselisihan terhadap pendidikan mereka saat ini dan masa depan," papar Ono.

Gelombang kekhawatiran pun tersebar luas di berbagai lembaga pendidikan Kanada yang menampung pelajar asal Saudi. Termasuk Okanangan College di Kelowna yang telah mendapatkan pemberitahuan dari SACB untuk memutus program beasiswa terhadap 65 mahasiswa.(CBC/OL-7)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Astri Novaria
Berita Lainnya