AS Jatuhkan Sanksi Baru ke Rusia

Tesa Oktiana Surbakti
10/8/2018 02:15
AS Jatuhkan Sanksi Baru ke Rusia
( Juru bicara Departemen Luar Negeri AS, Heather Nauert,---AFP)

PEMERINTAH Amerika Serikat (AS) menjatuhkan sanksi baru terhadap Rusia. AS meyakini Moskow telah menggunakan racun saraf untuk menyerang bekas mata-mata Rusia beserta putrinya di Inggris. Pejabat tinggi Departemen Luar Negeri AS mengatakan bahwa pihaknya telah memberi tahu Kremlin soal sanksi tersebut pada Rabu (7/8). Sergei Skripal, mantan kolonel pada dinas intelijen militer Rusia, GRU, dan putrinya yang berusia 33 tahun, Yulia, ditemukan dalam keadaan tidak sadar di kota Inggris selatan, Salisbury, pada Maret.

Mereka terkapar setelah cairan mengandung zat saraf jenis novichok melekat di pintu depan rumah mereka. Juru bicara Departemen Luar Negeri AS, Heather Nauert, mengatakan pihaknya berkeyakinan bahwa Rusia menggunakan senjata kimia atau hayati, yang merupakan pelanggaran terhadap hukum internasional.

Rusia juga diyakini telah menggunakan senjata kimia atau biologis terhadap warga negaranya sendiri. Itu merupakan pelanggaran terhadap hukum internasional, juga terhadap warga negaranya sendiri. Sanksi AS akan diterapkan pada barang-barang keamanan nasional yang sensitif, kata seorang pejabat tinggi Deplu AS kepada para wartawan dalam telekonferensi. Pejabat tersebut mengutip Undang-Undang 1991 soal Penghapusan Senjata dan Peperangan Kimia dan Hayati.

Namun, beberapa pengecualian akan diberikan pada kegiatan penerbangan angkasa luar serta sektor-sektor yang berkaitan dengan keselamatan penerbangan penumpang komersial. Pengumuman soal sanksi itu muncul sesudah senator AS asal Partai Republik, Rand Paul, mengatakan pada Rabu bahwa ia menyampaikan surat dari Presiden AS Donald Trump kepada Presiden Rusia Vladimir Putin. Surat itu berisi usulan kerja sama.

Sanksi lebih kejam
Pejabat itu mengatakan gelombang kedua sanksi yang lebih kejam akan diterapkan setelah 90 hari. Sanksi diterapkan kecuali Rusia memberikan jaminan yang bisa dipercaya bahwa tidak akan lagi menggunakan senjata kimia. Negara itu juga diminta memberi PBB akses untuk melakukan penyelidikan di lapangan.

Inggris menyambut keputusan Washington menerapkan sanksi baru terhadap Rusia itu. Inggris selama ini menuding Rusia sebagai dalang di balik serangan terhadap Skripal. Bersama AS serta sejumlah negara sekutu Barat, Inggris mengusir puluhan diplomat Rusia.
Rusia selalu membantah tudingan terlibat dalam peracunan itu dan mengusir diplomat Barat sebagai pembalasan.

“Inggris menyambut tindakan lebih lanjut ini yang dijalankan sekutu-sekutu AS kami,” kata juru bicara Kementerian Luar Negeri Inggris dalam sebuah pernyataan. “Tanggapan internasional yang kuat terhadap penggunaan senjata kimia di jalanan Salisbury merupakan pesan tegas bahwa Rusia tidak akan bisa melenggang begitu saja setelah melakukan tindakan yang provokatif dan sembrono itu.”

Rusia membantah tuduhan Inggris atas keterlibatan mereka dalam penggunaan pertama racun saraf seperti itu di tanah Eropa sejak Perang Dunia II serta menyebut Inggris melakukan serangan itu sendiri untuk memicu histeria anti-Rusia. (AFP/Ant/I-2)





Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Dedy P
Berita Lainnya