Jaksa Ungkap Pelatihan Penembakan untuk Anak

(AFP/Yan/I-3)
10/8/2018 01:45
Jaksa Ungkap Pelatihan Penembakan untuk Anak
( AFP PHOTO / TAOS COUNTY SHERIFF'S OFFICE )

PRIA berusia 40 tahun yang ditangkap dalam sebuah penggerebekan di sebuah kompleks kumuh di New Mexico diduga melatih sejumlah anak untuk melakukan aksi penembakan di sekolah mereka.

Demikian diungkapkan jaksa pada Rabu (8/8). Tersangka, Siraj Ibn Wahhaj, 40, ditangkap bersama empat orang lainnya pada Jumat (3/8), di kompleks gurun di Amalia, New Mexico. Sejauh ini, Wahhaj telah dituntut dengan 11 tuduhan pelecehan anak.
“Sebelas anak berusia 1-15 tahun ditemukan tinggal di kompleks itu dalam kondisi kotor dan Wahhaj sedang diselidiki atas kematian seorang anak lainnya. Mayat korban ditemukan di properti itu,” kata jaksa.

Jaksa penuntut mengutip keterangan dari orangtua asuh dari salah seorang anak yang mengklaim bahwa Wahhaj telah melatih anak mereka menggunakan senapan serbu sebagai persiapan untuk melakukan aksi penembakan di sekolah.

Akibat informasi itu, Wahhaj menghadapi penyelidikan lain karena diduga mengajarkan penggunaan, penerapan, dan pembuatan senjata api, perangkat serta teknik merusak yang mampu menyebabkan cedera atau kematian.

 “Tersangka sedang diselidiki berdasarkan keterangan tentang memberikan pelatihan untuk anak-anak menggunakan senjata sebagai penyebarluasan konspirasi untuk melakukan penembakan di sekolah,” kata jaksa saat mengajukan permohonan ke pengadilan agar Wahhaj ditahan.

Di sekitar properti tempat para tersangka dibekuk, terlihat sampah berserakan, tidak ada air bersih, listrik, dan saluran air di dalam rumah tersebut. Sejumlah anak yang ditemukan di sana berpakaian compang-camping.

Selain itu, jaksa mengatakan pihaknya juga menemukan senjata api berpeluru penuh di kompleks itu. “(Wahhaj) menimbulkan bahaya besar bagi anak-anak serta ancaman terhadap masyarakat secara keseluruhan karena adanya senjata api dan niatnya untuk menggunakan senjata itu dengan cara keke­rasan dan ilegal,” tulis pengadilan.

Sebagai informasi, Wahhaj selama ini dicari di negara bagian Georgia atas dugaan penculikan putranya sendiri yang berusia empat tahun. (AFP/Yan/I-3)





Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Dedy P
Berita Lainnya