Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
RIBUAN pelajar Arab Saudi harus menjadi korban panasnya pertikaian diplomatik pemerintah mereka dengan Kanada. Kerajaan Saudi memutuskan menarik para pelajar yang tengah menimba ilmu di ‘Negeri Pecahan Es’ itu.
Pertikaian itu sendiri dipicu seruan Kanada agar Saudi membebaskan aktivis pejuang hak asasi manusia (HAM). Seruan itu berdampak ke berbagai aspek. Secara sepihak, Saudi membekukan perjanjian kerja sama dengan Kanada terkait dengan perdagangan dan investasi.
Menilik situs Immigration, Refugees and Citizenship Canada (IRCC), tercatat 8.310 pelajar Saudi yang terdaftar di sekolah tingkat atas periode Januari-Mei 2018. Dari jumlah tersebut, sebanyak 1.645 pelajar berada di British Columbia (BC), provinsi paling barat Kanada. Ribuan pelajar itu harus meninggalkan Kanada selambatnya akhir Agustus ini.
Kebijakan yang diambil Saudi nyatanya merisaukan para pelajar. Apalagi keputusan tersebut tidak pandang bulu. Pelajar dengan status beasiswa maupun biaya sendiri wajib mematuhi arahan pemerintah mereka.
Penasihat akademik di Sprott Shaw Language College, Aboubakar Idriss, menuturkan 13 pelajar yang berada di bawah bimbingannya kini tengah kalut sekaligus sedih. Para pelajar yang sudah berada di tingkat akhir mengkhawatirkan nasib pendidikan mereka ke depan. Sebagian pelajar tengah memusingkan status rumah berikut kendaraan yang sudah telanjur disewa untuk jangka panjang.
“Semuanya terjadi begitu cepat. Mayoritas pelajar terus bertanya apa yang akan terjadi selanjutnya. Lalu apa yang harus dilakukan nanti,” kisah Idriss kepada CBC, Kamis (9/8). Kesedihan turut dirasakan Idriss. Dia bahkan tidak tega memandang calon pelajar Saudi yang baru tiba di Kanada. Meski baru aktif belajar bulan depan, sejumlah pelajar sudah mengikuti kegiatan inisiasi.
“Aku bilang kepada mereka, selamat datang di Kanada karena ini hari pertama mereka. Ketika meninggalkan sekolah, lantas saya mengucapkan selamat tinggal. Saya tahu mereka mungkin tidak akan kembali lagi,” ucap Idriss getir.
Di lain tempat, Presiden Direktur University of British Columbia (UBC), Santa J Ono, menyayangkan keputusan Saudi menarik pelajar mereka. Dia berharap perselisihan antarkedua negara dapat mencapai titik temu.
Dari 280 mahasiswa Saudi yang terdaftar di UBC, sekitar 80% memperoleh beasiswa dari Saudi Arabian Cultural Bureau (SACB). Menurut Ono, mahasiswa Saudi tengah mengalami masa sulit pascaperintah berhenti belajar dari UBC.
“Ini adalah waktu yang sulit bagi semua pelajar Saudi, termasuk keluarga mereka. Kami berharap perselisihan dapat segera diselesaikan agar para mahasiswa kembali melanjutkan studinya. Kami berusaha membantu mereka yang masih menduga-duga berapa besar dampak perselisihan terhadap pendidikan mereka saat ini dan masa depan,” papar Ono. (AFP/Tesa Oktiana Surbakti/I-1)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved