PEMERINTAH Korea Selatan dan Korea Utara menutup akses menuju kawasan industri bersama Kaesong, kemarin, setelah terjadi kebakaran di dekat jalanan lintas batas dan menyebar di area yang dijaga ketat itu. Kebakaran itu dimulai dari area di sisi Korut dari kawasan demilitarised zone (DMZ) yang mengelilingi perbatasan dan menyebar sepanjang jalan menuju kawasan industri itu. Kebakaran itu memang belum mencapai kompleks industri tersebut, tetapi akibatnya, para pekerja Korsel tidak bisa meninggalkan Kaesong. "Kedua negara kini berusaha memadamkan kebakaran setelah menutup akses menuju kawasan industri Kaesong," ungkap seorang pejabat Kementerian Unifikasi Korea.
Menteri Pertahanan Korsel mengatakan prajurit Korsel melihat kebakaran itu di sebuah kebun sayur dekat area Korut sebelum siang. "Karena angin kencang, kebakaran itu menyebar ke area DMZ," ujar juru bicara kementerian pertahanan sembari menambahkan bahwa Korsel telah menurunkan 11 truk pemadam kebakaran, tujuh helikopter, dan puluhan personel pemadam kebakaran. Mereka hanya bertugas memadamkan api yang terjadi di wilayah Korsel. Kebakaran lahan kerap terjadi di musim semi di dekat kawasan DMZ yang memiliki panjang 4 kilometer itu. DMZ didirikan di akhir Perang Korea pada 1950-1953. Sebanyak 54 ribu warga Korut bekerja di 125 perusahaan Korsel di kompleks industri yang dibiayai Seoul. Kompleks itu dibuka pada 2004 sebagai simbol kerja sama lintas negara.