Kapal Pesiar Mewah Dikembalikan

AFP/Yan/I-1
07/8/2018 05:30
Kapal Pesiar Mewah Dikembalikan
(ANTARA/M N KANWA)

KAPAL pesiar mewah yang terkait dengan skandal korupsi miliaran dolar Amerika Serikat yang melibatkan mantan Perdana Menteri Malaysia Najib Razak telah dikembalikan kepada pemerintah Malaysia, kemarin. PM Malaysia Mahathir Mohamad mengatakan pengembalian kapal itu merupakan buah hubungan erat kedua negara.

Kapal pesiar Equanimity yang berbendera Kepulauan Cayman diyakini milik seorang penyandang dana yang juga menjadi tersangka skandal itu. Dia juga diyakini memiliki hubungan dengan Najib. Kapal seharga US250 juta itu ditangkap di Bali, Februari lalu.

Penangkapan dilakukan atas permintaan Departemen Kehakiman AS yang tengah menyelidiki penggelapan di tubuh perusahaan investasi Malaysia 1 Malaysia Development Berhad (1MDB) yang didirikan Najib.

"Kami gembira karena kapal pesiar Equanimity telah diserahkan kepada kami oleh Indonesia," kata Mahathir yang sedang berkunjung ke Jepang melalui akun Facebook miliknya, kemarin.

Mahathir juga berterima kasih kepada Presiden Joko Widodo atas kerja samanya. Penyerahan kapal itu juga menunjukkan eratnya hubungan Indonesia dan Malaysia. Indonesia menjadi negara pertama yang dikunjungi Mahathir setelah koalisi yang dipimpinnya memenangi pemilihan umum pada Mei lalu.

Dia mengatakan kapal pesiar itu milik Malaysia karena diyakini dibeli dengan uang Malaysia yang dicuri pihak-pihak tertentu. Menurut Mahathir, jika ada orang yang mengklaim kapal pesiar itu milik mereka, mereka bisa menunjukkan bukti kepemilikannya.

"Dan jika mereka memiliki bukti bahwa mereka membeli kapal pesiar menggunakan uang mereka, bukan uang hasi curian, mereka memiliki hak untuk mendapatkan kapal pesiarnya kembali," tegasnya.

Namun, dia mengatakan bahwa penyelidikan yang dilakukan Departemen Kehakiman AS, menunjukkan bahwa kapal pesiar itu dibeli menggunakan dana yang dicuri dari 1MDB.

Total US4,5 miliar diduga telah digelapkan para petinggi 1MDB, demikian gugatan yang diajukan Departemen Kehakiman AS.

Seorang juru bicara kantor perdana menteri mengatakan kapal pesiar, yang konon milik pengusaha buron Low Taek Jho itu akan tiba di Port Klang sore ini.

Sebuah sumber mengatakan kapal itu menerima izin pelabuhan dari Departemen Kelautan Batam pada Senin (6/8), pukul 02.30 sore dan berangkat pada pukul 16.45. Sumber itu mengatakan setidaknya empat polisi Malaysia akan menemani kapal dan krunya ke Malaysia.

Seorang pakar hukum mengatakan pengembalian kapal itu akan medorong kasus terhadap Najib dan orang-orang yang terkait dengan skandal tersebut. Selain itu, kapal tersebut juga bisa menjadi bukti untuk mengadili Jho Low setelah buron itu tertangkap. "Tentu saja itu akan membantu jaksa penuntut," kata N Surendran, penasehat kelompok Lawyers for Liberty.





Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Msyaifullah
Berita Lainnya