Trump: Perang Tarif AS ke Tiongkok Bekerja Efektif

Denny Parsaulian Sinaga
06/8/2018 20:58
Trump: Perang Tarif AS ke Tiongkok Bekerja Efektif
(AFP PHOTO / MANDEL NGAN)

PRESIDEN AS Donald Trump pada Sabtu (4/8) mengklaim pemberlakuan tarifnya yang kontroversial terhadap Tiongkok dan negara-negara lain telah bekerja jauh lebih efektif daripada yang pernah diantisipasi.

"Tarif (yang diberlakukan) telah memberikan dampak positif yang luar biasa pada industri baja kami," katanya dalam satu tweet.

"Pertanian kini dibuka di seluruh AS, pekerja baja mulaj bekerja lagi, dan dolar yang banyak telah mengalir ke Departemen Keuangan."

"Tarif akan membuat negara kita jauh lebih kaya daripada sekarang," kata Trump dalam tweet lain. "Hanya orang bodoh yang tidak setuju."

Dia juga mengatakan bahwa Tiongkok untuk pertama kalinya tampak buruk dibandingkan dengan AS.

Kicaunya muncul di tengah gelombang baru dalam ketegangan perdagangan dengan Tiongkok.

Awal pekan ini, Presiden AS mengatakan kepada pejabat perdagangannya untuk mempelajari apakah akan menaikkan tarif pada US$200 miliar dalam barang-barang Tiongkok dari rencana 10% menjadi 25%.

Beijing kemudian mengancam akan memberlakukan tambahan US$60 miliar dalam tarif atas berbagai barang Amerika. Langkah ini membuat penasihat ekonomi Gedung Putih Larry Kudlow dipecat karena respon yang lemah.

Pada Sabtu, menteri luar negeri Tiongkok Wang Yi menyebut ancaman negaranya sepenuhnya dibenarkan dan perlu.

Berbicara di sela-sela forum keamanan di Singapura, dia membalas ucapan Kudlow. "Seperti apakah ekonomi Tiongkok baik-baik saja atau tidak. Saya pikir itu terlalu jelas bagi seluruh komunitas internasional," kata Wang dengan menambahkan bahwa Tiongkok berkontribusi besar terhadap pertumbuhan ekonomi global.

Friksi yang berkembang dengan Tiongkok telah menimbulkan kekhawatiran di dua negara dan bahkan dilaporkan sebagai kerusakan agunan dalam pemerintahan Trump

"Kami mengatakan sebelumnya bahwa tarif sebesar dua kali lipat adalah kebijakan perdagangan yang akan merugikan keluarga dan pekerja AS lebih dari yang merugikan Tiongkok," kata sebuah kelompok perdagangan utama, National Retail Federation, dalam sebuah pernyataan terakhir, Minggu.

Sementara Trump telah mengambil kredit untuk lapangan pekerjaan baja baru yang diciptakan dengan bantuan tarif, pembalasan Beijing dan lainnya telah mengguncang petani kedelai AS dan banyak perusahaan yang bergantung pada baja yang semakin mahal. (OL-4)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Akhmad Mustain
Berita Lainnya