Majukan Singapura berkat Tangan Besi

MI/Berbagai sumber/Fox/I-2
24/3/2015 00:00
Majukan Singapura berkat Tangan Besi
(AP)
MANTAN Perdana Menteri Lee Kuan Yew merupakan tokoh utama yang berperan dalam kemajuan Singapura. Lee yang lahir dengan nama Harry Lee Kuan Yew, 16 September 1923, merupakan keturunan keempat dari imigran asal Tiongkok. Kakek buyut Lee, Lee Bok Boon, merupakan imigran asal Guangdong, Tiongkok, yang pindah ke Singapura pada 1863. Ia menikah dengan seorang putri pemilik toko, Seow Huan Nio. Kakeknya, Lee Hoon Leong, lahir di Singapura pada 1871. Ia menikahi Ko Liem Nio saat bertugas di Semarang, Jawa Tengah, Indonesia. Salah satu anak Lee Hoon Leong ialah Lee Chin Koon.

Ia menikah dengan Chua Jim Neo, yang melahirkan Lee Kuan Yew pada 1923. Perkenalan Lee pada politik dimulai saat dirinya sedang menuntut ilmu di London School of Economics dan Universitas Cambrige, Inggris. Setelah kegagalan Inggris mempertahankan Singapura dari Jepang, Lee kembali ke negeri kelahirannya pada 1949. Pengalaman pertama Lee dalam politik Singapura ialah saat berperan sebagai agen pemilihan legislatif John Laycock, anggota Partai Progresif pro-Inggris pada 1951. Pada 12 November 1954, Lee bersama dengan temannya lulusan Inggris membentuk Partai Aksi Rakyat (PAP) yang beraliran sosialis. PAP beraliansi dengan serikat buruh komunis.

Saat itu, strategi PAP yang tidak populis ternyata cukup jitu dalam memenangi hati warga minoritas Singapura. Lee merebut kursi legislatif untuk wilayah Tanjong Pagar pada 1955. Dalam pemilu yang diselenggarakan pada 30 Mei 1959, PAP memenangi 43 dari 51 kursi di dewan legislatif. Singapura kemudian memperoleh otonomi dari Kerajaan Inggris, kecuali untuk urusan pertahanan negara dan hubungan luar negeri. Lee menjadi perdana menteri pertama Singapura pada 3 Juni 1959, mengambil alih posisi tertinggi dari Menteri Utama Lim Yew Hock. Di bawah kepemimpin Lee, Singapura memisahkan diri dari Malaysia dan resmi merdeka pada 9 Agustus 1965. Semenjak kemerdekaan itu, Lee menggunakan tangan besinya untuk menata dan membentuk arsitektur pemerintahan Singapura. Ia juga ikut berperan dalam pembentukan Asosiasi Negara-Negara Asia Tenggara (ASEAN) pada 1967. Ia juga memperbaiki hubungan strategis dengan sejumlah negara. Salah satunya ialah dengan mengunjungi Indonesia pada 1973. Selama tiga dekade memimpin dengan tangan besi, Lee terbukti sukses meningkatkan kesejahteraan warga Singapura.



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Admin
Berita Lainnya