Konsep Indo Pasifik Terbuka untuk Diperkaya

Tesa Oktiana Surbakti
04/8/2018 21:25
Konsep Indo Pasifik Terbuka untuk Diperkaya
( ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak A)

DALAM pertemuan Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) Asia Timur (East Asia Summit/EAS) di Singapura, Pemerintah Indonesia menyodorkan konsep Indo Pasifik. Konsep yang menitikberatkan optimalisasi kerja sama yang sudah ada, terbuka untuk dikembangkan lebih lanjut.

"Indonesia sudah sampaikan dalam konteks pertemuan di Singapura beberapa hari ini. Melalui paper atau dokumen perspektif mengenai Indo-Pasifik. Konsep ini terbuka untuk diperkaya lebih lanjut," ujar Menteri Luar Negeri Retno Marsudi usai bertemu Menteri Luar Negeri Amerika Serikat (AS) Mike Pompeo di Gedung Kemenlu RI, Sabtu (4/8).

Indonesia menjadi negara pertama yang mendapatkan kesempatan pertama untuk memaparkan konsep Indo Pasifik dalam forum KTT EAS. Konsep pengembangan kerja sama yang bersifat inklusif, bukan berarti menginisiasi pembentukan kawasan baru.

"Pengembangan konsep Indo Pasifik ini hendaknya mengedepankan kerja sama dan habit of dialogue. Tentunya harus ada value yaitu menghormati hukum internasional," jelas Retno.

Konsep Indo-Pasifik yang disuarakan Indonesia, lanjut dia, turut mempromosikan pandangan baru yang bertujuan menciptakan ekosistem yang lebih aktif (enabling environment). Terutama dalam menghadapi tantangan aspek keamanan negara-negara kawasan yang terus berkembang.

"Dan menekankan kesejahteraan (masyarakat) melalui kerja sama ekonomi yang lebih erat," tandasnya. (OL-1)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya