Goodluck Jonathan Mengaku Ditinggalkan Loyalis

Basuki Eka Purnama
11/5/2015 00:00
Goodluck Jonathan Mengaku Ditinggalkan Loyalis
(AFP)
PRESIDEN Nigeria Goodluck Jonathan yang akan segera mengakhiri masa jabatannya, Minggu (10/5), mengaku sebagian temannya telah meninggalkan dirinya setelah dia mengakui kekalahan dari Jenderal Muhammadu Buhari dalam pemilihan presiden, Maret lalu.

Jonathan secara terbuka mengaku kalah dari Buhari pada 31 Maret. Keputusan itu mendapat pujian dari publik dan masyarakat internasional karena meredakan ketegangan di negara Afrika itu.

"Setiap keputusan pasti ada konsekuensinya. Itu tidak bisa diragukan. Namun, saya siap menghadapinya," ujar Jonathan dalam pidato perpisahannya di Abuja.

Pernyataan Jonathan itu diungkapkan sekitar enam jam pascapemilu. Langkah itu membuat Jonathan mendapat pujian sebagai seorang negarawan yang baik.

Namun, banyak pendukung dan loyalisnya kini memutuskan untuk pindah untuk bergabung dengan partai All Progressives Congress pimpinan Buhari atau merilis pernyataan yang mengecam Jonathan.

Jonathan mengaku tidak terkejut dengan sikap loyalisnya. Dia mencontohkan mantan presiden Afrika Selatan Frederik de Klerk juga menghadapi masalah yang sama saat dia memutuskan menghapuskan apartheid di negara itu. Menurut Jonathan, istri De Klerk, Marike, bahkan memutuskan meninggalkan suaminya pascakeputusan itu.

"Namun, keputusan De Klerk itulah yang menbuat Afrika Selatan kini menjadi salah satu negara yang diperhitungkan dunia. Jika saat ini Afrika Selatan masih menganut apartheid, tidak akan seorang pun yang memandang negara itu," tegas Jonathan. (AFP/I-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Admin
Berita Lainnya