Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
KEMENANGAN Donald Trump sebagai presiden Amerika Serikat (AS) dalam Pemilihan Umum (Pemilu) 2016 kian jelas dibayangi kabut hitam. Pasalnya mantan ketua tim kampanye Donald Trump, Paul Manafort, menjadi orang pertama yang harus menjalani sidang terkait dengan tuduhan campur tangan Rusia dalam kemenangan konglomerat itu.
Manafort telah menepis tuduhan atas 18 kasus penipuan bank dan pajak yang berkorelasi dengan aktivitas lobi yang mengatasnamakan pemerintah Ukraina yang didukung Rusia.
Dakwaan itu diajukan Robert Mueller, yang menjabat penasihat khusus sekaligus mantan Direktur FBI yang mencari benang merah campur tangan Rusia dalam pemilu presiden AS. Akan tetapi, tuduhan itu tidak berkaitan dengan momentum Manafort sebagai ketua tim kampanye Trump.
Sidang bertajuk AS Vs Manafort, yang akan berlangsung selama tiga pekan, dimulai dengan pemilihan 12 anggota tim juri di Pengadilan Distrik AS di Alexandria, Virginia.
Manafort yang merupakan konsultan veteran Partai Republik memegang amanah sebagai ketua tim kampanye kemenangan Trump selama tiga bulan sebelum dipaksa turun di tengah desas-desus pekerjaan melobi di Ukraina.
Manafort didakwa lima tuduhan terkait dengan dokumentasi pajak palsu lantaran tidak melapor kepemilikan rekening bank di Siprus dan negara lainnya. Ia berupaya menyembunyikan pendapatan dari kegiatan yang mengatasnamakan mantan pemimpin Ukraina yang pro-Rusia, Viktor Yanukovych.
Manafort juga turut diduga menggelapkan laporan rekening bank asing di lembaga pengumpulan pajak AS (Internal Revenue Service/IRS), serta penipuan bank untuk memperoleh pinjaman puluhan juta dolar dari berbagai lini perbankan.
Menyeret 32 orang
Jaksa berencana menghadirkan puluhan saksi selama persidangan, termasuk mantan rekan kerja Manafort di pemerintahan, Richard Gates, yang belakangan mengaku bersalah.
Sejauh ini Mueller telah menyeret 32 orang yang memiliki keterlibatan dalam penyelidikan. Mereka khususnya pihak yang bergabung dalam tim kampanye Trump dengan dukungan Rusia untuk memperoleh bantuan taipan properti AS.
Trump telah berulang kali mengecam penyelidikan kasus yang disebutnya bermotif politis. Ia menepis tudingan adanya campur tangan Rusia atas kemenangannya yang berhasil menyingkirkan kandidat Partai Demokrat, Hillary Clinton.
Pakar hukum dari George Washington University Jonathan Turley memandang kasus yang melibatkan Manafort terbilang kelas berat. Turley melihat Manafort memainkan strategi untuk memperoleh pengampunan. "Manafort mungkin memainkan strategi pengampunan. Dia mungkin merasa tidak akan banyak kehilangan dan berusaha mempertahankan peluang untuk mendapatkan pengampunan."
Tim juri pengadilan dirasanya sulit berempati kepada Manafort yang bergaya hidup mewah dan biasa menghabiskan jutaan dolar AS untuk berjudi.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved