AS Terus Pantau Pelemahan Yuan

Angga Bratadharma
28/7/2018 19:10
AS Terus Pantau Pelemahan Yuan
(AFP PHOTO / Andrew CABALLERO-REYNOLDS)

MENTERI Keuangan Amerika Serikat (AS) Steven Mnuchin mengaku terus memantau dengan seksama melemahnya mata uang Tiongkok yakni Yuan guna menekan terjadinya perdagangan yang tidak adil. Langkah itu dilakukan sejalan dengan terjadinya perang dagang antara AS dan Tiongkok.

"Apa yang saya katakan selama seminggu terakhir adalah kita jelas memantau ketat mata uang Tiongkok dan melemahnya pasar itu," kata Mnuchin, dalam sebuah wawancara, seperti dikutip dari CNBC, Sabtu (28/7).

Dia mengatakan Pemerintah AS sedang melihat mata uang lainnya juga. Menurutnya, kekuatan USD yang dilihat dari aspek jangka panjang menjadi penting terjadi karena menguatnya USD merupakan imbas dari perbaikan atau pertumbuhan ekonomi AS.

"Namun kami akan memantau dengan seksama, seperti yang kami lakukan di Departemen Keuangan, manipulasi mata uang di banyak pasar yang berbeda. Dan memastikan orang tidak menggunakan mata uang untuk keuntungan perdagangan yang tidak adil," tuturnya.

Yuan, juga disebut renminbi, berada di 6,77 per USD pada Kamis waktu setempat (Jumat WIB), turun sekitar 0,15%. Mata uang Tiongkok telah meluncur sejak pertengahan Juni di tengah perang perdagangan yang meningkat antara AS dan Tiongkok.

Mnuchin mengatakan pelemahan yuan akan ditinjau sebagai bagian dari laporan semi tahunan Departemen Keuangan AS tentang manipulasi mata uang. Laporan ini jatuh tempo pada 15 Oktober dan akan didasarkan pada aktivitas untuk enam bulan pertama di 2018. (Medcom/OL-1)

 



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya