BPOM Latih Inspektur Pangan Timor Leste Awasi Obat dan Makanan

Syarief Oebaidillah
23/7/2018 21:15
BPOM Latih Inspektur Pangan Timor Leste Awasi Obat dan Makanan
(Ist)

BADAN Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM) RI menjalin kerja sama dengan Autoridade Inspesaun no Fiskalizasaun Atividade Ekonomika, Sanitaria no Alimentár (AIFAESA) atau Otoritas Inspeksi dan Pengawasan Kegiatan Ekonomi Sanitasi dan Makanan Republik Demokratik Timor Leste.

Bentuk kerja sama kedua lembaga itu diwujudkan dalam bentuk pelatihan inspektur pangan untuk sumber daya manusia (SDM) Timor Leste. Pelatihan ini diharapkan dapat meningkatkan kapasitas Inspektur Pangan AIFASEA dalam pengembangan dan pengaturan sistem keamanan pangan nasional di negara itu sekaligus menciptakan jejaring kerja sama antarbadan pengawas (regulator).

:Kami yakni semua peserta pelatihan ini akan mampu menerapkan materi pelatihan dan pada akhirnya berkontribusi untuk kemandirian sistem keamanan pangan di Timor Leste,” kata Kepala BPOM RI, Penny Lukito, di Denpasar, Bali, melalui keterangan yang diterima hari ini.

Penny mengutarakan pelatihan yang diselenggarakan BPOM RI pertama kali dalam kerangka Kerja Sama Selatan-Selatan ini diharapkan dapat mendukung kebijakan politik luar negeri RI.

Hadir dalam acara tersebut, Deputi bidang Pengawasan Pangan Olahan, Tetty Helfery Sihombing, Kepala Otoritas AIFASEA, Abilio Oliviera Sereno, Konsul Jenderal Timor Leste di Denpasar, Elda Fereira, Direktur Politik Luar Negeri dan Kerja Sama Pembangunan Internasional Bappenas Dewo Broto Joko, Direktorat Kerja Sama Teknik Kemenlu Victor Hardjono dan Direktorat Asia Tenggara Kemenlu Arief Ihsan Rathomy.

"BPOM RI berharap dapat berbagi dengan negara berkembang lainnya melalui bantuan di berbagai bidang, khususnya pengawasan obat dan makanan. Hal ini dilakukan untuk mencapai kemandirian bersama yang dilandasi solidaritas, kesetaraan dan saling menguntungkan," ujar Penny.

Dalam beberapa tahun terakhir, keamanan pangan memang telah menjadi perhatian Pemerintah Indonesia dan Timor-Leste. Berbagai bentuk kerja sama telah dilakukan, diantaranya BPOM RI-AIFASEA dalam upaya mendorong, memfasilitasi, dan mengembangkan kerja sama melalui pertukaran informasi mengenai regulasi tentang Keamanan dan Mutu Pangan yang berlaku di negara masing-masing guna saling memberikan informasi yang berkaitan dengan pengendalian masalah keamanan dan kualitas; serta memberikan bantuan teknis dari Indonesia ke Timor Leste.

"Seperti kita ketahui, isu keamanan pangan telah menjadi salah satu topik penting selama bertahun-tahun dan telah tertuang dalam agenda prioritas di tingkat nasional, bilateral, regional, dan multilateral," ungkap Penny.

Sekarang, lanjut Penny, merupakan saat yang tepat untuk menggalakan upaya kolektif dalam meningkatkan keamanan pangan, dimulai dari pengawasan tingkat negara dan penerapan pengawasan yang efektif, serta memastikan bahwa keamanan pangan masuk dalam agenda prioritas.

Hemat dia, perlu dilakukan pertukaran informasi dan pengalaman sehingga sistem keamanan pangan masa depan dapat ditingkatkan dengan lompatan yang tinggi untuk turut mendukung pencapaian tujuan tujuan pembangunan berkelanjutan (SDGs).

Pada kunjungan kerja Kepala BPOM RI ke Timor Leste pada 2017, BPOM RI telah menyampaikan komitmennya untuk membangun kerjasama yang lebih konkrit dengan Timor Leste melalui kolaborasi dalam bidang pengawasan pangan dan keamanan pangan, laboratorium obat, penyusunan standardisasi obat, dan kerja sama dalam pengawasan peredaran obat di perbatasan Indonesia dan Timor - Leste.

FAO menyambut baik dan mendukung dukungan dan komitmen BPOM RI kepada Timor Leste, mengingat Timor Leste baru saja menjadi anggota Codex pada Februari 2018 sehingga memerlukan peningkatan kapasitas keamanan pangan.

Seperti diberitakan, akhir Juni lalu, Presiden RI Jokowi menerima Presiden Republik Demokratik Timor Leste Francisco Gutterres Lu Olo di Istana Kepresidenan Bogor, Jawa Barat. Dalam pertemuan itu, kedua Kepala Negara membahas mengenai peningkatan hubungan melalui kerjasama di berbagai bidang. Presiden Joko Widodo menyampaikan komitmen Indonesia akan tetap menjadi mitra terpercaya bagi Timor Leste untuk pengembangan dan pembangunan di negara itu.

Jauh sebelum pertemuan ini, Indonesia telah membangun kerja sama dengan Republik Demokratik Timor Leste, salah satunya melalui penandatanganan nota kesepahaman tentang kerja sama teknis di bidang Keamanan dan Mutu Pangan antara BPOM RI dan Kementerian Perdagangan, Industri, dan Lingkungan Hidup, Republik Demokratik Timor Leste pada 21 November 2014.

Sebagai implementasi MoU tersebut, BPOM RI telah memberikan pelatihan pengujian pangan secara kimia dan mikrobiologi pada 2015. (OL-1)

 



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya