Pertemuan IMF-WB Untungkan Indonesia

Andhika Prasetyo
20/7/2018 08:35
Pertemuan IMF-WB Untungkan Indonesia
SERAHKAN CENDERA MATA: Ketua Pelaksana Pertemuan Tahunan Dana Moneter Internasional dan Bank Dunia (IMF-WB) 2018 Luhut Binsar Pandjaitan didampingi Menteri Komunikasi dan Informatika Rudiantara menyerahkan cendera mata kepada Presiden Direktur Metro TV Sur(METRO TV)

LUHUT Binsar Pandjaitan selaku Ketua Pelaksana Pertemuan Tahunan International Monetary Fund (IMF)-World Bank (WB) 2018 menyatakan banyak manfaat yang dapat dipetik oleh Indonesia dari acara yang akan berlangsung di Bali pada 8-14 Oktober tersebut.

Luhut, misalnya, mengungkapkan pihaknya akan mengambil kesempatan untuk dapat mengedepankan isu-isu yang menjadi kepentingan nasional, seperti soal mangrove karena Indonesia merupakan salah satu negara dengan ekosistem hutan bakau terbesar di dunia.

"Pemerintah akan mendesak pihak internasional untuk ikut membantu merawat dan memperbaiki ekosistem penyerap emisi karbon dioksida itu. Pasalnya, manfaat dari mangrove yang tumbuh dengan baik akan dirasakan oleh seluruh dunia," ujar Luhut saat mengunjungi kantor Media Group di Jakarta, kemarin.

Dari helatan IMF juga akan dicetuskan Bali Declaration dengan substansi terkait pengembangan sumber daya manusia. Dalam deklarasi itu, Luhut mengatakan Indonesia akan menjadi contoh teladan bagi pengembangan sumber daya manusia.

"Presiden Bank Dunia mengatakan, selama enam tahun menjabat, ia baru melihat satu negara, yaitu Indonesia, yang sangat serius mengatasi persoalan stunting. Pun ada kebijakan terkait dana desa dan pengentasan masayarakat dari kemiskinan yang dianggap bisa dijadikan model bagi negara-negara lain," ujar Luhut.

Manfaat lain ialah dari sisi pariwisata. Kata Luhut, untuk Bali saja, pemerintah menyiapkan 33 titik destinasi wisata. Pemerintah juga tengah membangun penambahan infrastruktur di Bandara Ngurah Rai sehingga ditargetkan akan ada tambahan 1,2 juta wisatawan ke Bali. Ditambah dengan pembangunan Cruise Terminal di Tanjung Benoa.

Dengan manfaat yang begitu besar, ia mengatakan pemerintah diproyeksikan hanya akan mengeluarkan anggaran Rp566 miliar, jauh dari pagu yang ditetapkan sebesar Rp855 miliar. Artinya, ada efisiensi Rp289 miliar.

Ini juga lebih rendah daripada biaya pertemuan di Peru pada 2015 atau Singapura pada 2006 yang mencapai Rp1,1 triliun hingga Rp1,5 triliun. "Jadi, masalah dana memang saya betul-betul kontrol. Tidak boleh ada pengeluaran yang tidak diperlukan," tegasnya.

Dalam kesempatan yang sama, Menteri Komunikasi dan Informatika Rudiantara menyatakan para pelaku usaha harus bersiap menghadapi tamu-tamu pertemuan IMF-WB, termasuk dengan menyediakan aneka makanan khas.

"Pasti nanti ada CEO Deutsche Bank, JP Morgan, dan lain-lain. Bisa ada seribu orang sejenis lainnya yang keluar setiap malam. Mereka butuh makan dan mereka pasti akan makan di luar hotel," ujar Rudiantara.

Gunung Agung aman

Luhut juga memastikan situasi di Bali akan terus kondusif selama pertemuan yang akan dihadiri 189 perwakilan negara itu, termasuk soal Gunung Agung yang statusnya saat ini masih aktif.

"Kami membuat simulasi komputer setelah letusan September lalu. Dampak terburuknya itu hanya sampai 12 kilometer dari titik erupsi, sementara lokasi pertemuan itu 76 km dari sana. Ditambah angin bertiup ke timur, tidak ke arah lokasi pertemuan di selatan," jelas Luhut.

Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana, Wisnu Widjaja, memastikan situasi Gunung Agung tidak akan memburuk. "Letusan-letusan kecil tetap akan ada. Namun, itu tidak akan mengganggu karena kekuatannya tidak akan besar," kata Wisnu, kemarin. (X-11)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Kardashian
Berita Lainnya