SALAH satu provinsi di Tiongkok terus berjuang agar bisa mendapatkan kembali mumi biksu yang berusia satu abad. Pejabat dari Provinsi Fujian, Tiongkok, menyebutkan mumi tua tersebut telah dicuri sejak dua dekade lalu.
Belum lama ini, mumi yang telah hilang selama 20 tahun itu tiba-tiba muncul di sebuah pameran di Hongaria. Kontan, pejabat 'Negeri Tirai Bambu' kaget dan berupaya untuk mendapat kembali mumi itu.
Bulan lalu, para peneliti Hongaria menemukan mumi seorang biksu saat meneliti sebuah patung Buddha yang terbuat dari logam.
Surat kabar Inggris, The Daily News, sempat melaporkan penemuan mumi dalam patung Buddha itu.
Pada awal Maret, Museum Sejarah Nasional Budapest, Hongaria, menggelar Mummy World Exhibition.
Dari sejumlah koleksi, 28 mumi dari berbagai budaya dan negara dipamerkan. Salah satu mumi yang dipamerkan ialah mumi biksu tersebut.
Kepada Xinhua, juru bicara Biro Benda Peninggalan Budaya Fujian mengatakan mumi biksu yang dipamerkan di Budapest itu ialah mumi biksu yang dicuri dari kuil di Desa Yangchun, Provinsi Fujian.
Patung logam Buddha berisi mumi biksu itu sangat dipuja. Namun, mumi dari abad ke-12 itu tiba-tiba hilang pada 1999. Pejabat Fujian meyakini mumi yang berada di Hongaria ialah mumi yang hilang dicuri.
"Ketika saya melihat foto (patung Buddha logam) di berita televisi, itu mengingatkan saya mengenai patung logam yang hilang," kata Lin Yongtuan, seorang petani dari Desa Yangchun, kepada surat kabar pemerintah China Daily, kemarin.
Mumi pinjaman Di sisi lain, sebuah pesan disampaikan situs museum Budapest. Dalam pesan itu disebutkan, patung mumi tersebut telah dikembalikan ke Belanda. Alasannya, patung berisi mumi biksu itu milik partner Museum Drents.
Xinhua mengutip pernyataan juru bicara Museum Drents yang mengatakan patung itu milik kolektor benda bersejarah asal Belanda. Sang kolektor mengaku membeli secara sah pada 1996.
Kemunculan mumi dalam pameran itu menimbulkan kecurigaan. Mumi itu diduga artefak Tiongkok yang dicuri dan dijual ke luar negeri.
Pemerintah Beijing telah mendesak benda peninggalan bersejarah itu dikembalikan.
Tiongkok pun meminta dukungan masyarakat internasional untuk dapat memulangkan mumi biksu tersebut. Kisah persoalan benda peÂninggalan bersejarah pernah dialami seorang miliuner Prancis Francois-Henri Pinault pada 2013.
Pinault pernah mendapatkan bagian air mancur asal Istana Tua Musim Semi di Beijing melalui lelang pada 2009.
Namun, atas desakan pemerintah Tiongkok, pengusaha Prancis itu akhirnya mengembalikan benda tersebut. Benda kuno bersejarah yang akhirnya dilelang itu diduga dijarah tentara Inggris dan Prancis saat terjadi Perang Candu kedua pada 1860. Sebaliknya, pemerintah Tiongkok melihat keberadaan benda bersejarah di negara asing sebagai penghinaan nasional melalui tangan tentara Barat.
Banyaknya benda bersejarah yang raib membuat Beijing terus mencari keberadaan benda-benda tersebut. Tiongkok memperkirakan sedikitnya 1,5 juta benda dijarah saat pecah Perang Candu. (AFP/I-2)