Perluasan Zona Mati Timbulkan Kecemasan

AFP/Ire/I-2
18/7/2018 07:20
Perluasan Zona Mati Timbulkan Kecemasan
(Ist)

DI perairan Laut Arab, zona mati yang luasnya seukuran Skotlandia sedang berkembang dan para ilmuwan mengatakan penyebabnya ialah perubahan iklim.

Di laboratoriumnya di Abu Dhabi, ilmuwan senior di New York University (NYU), Zouhair Lachkar, bekerja di atas model komputer berwarna-warni di Teluk Oman yang menunjukkan perubahan suhu, permukaan laut, dan konsentrasi oksigen.

Model dan penelitian baru yang diluncurkan awal tahun ini menunjukkan tren yang mengkhawatirkan.

Zona mati merupakan wilayah laut tempat kurang nya oksigen sehingga menyulitkan ikan untuk bertahan hidup. Menurut Lachkar, yang ada di Laut Arab merupakan yang paling kuat di dunia.

"Mulai dari sekitar 100 meter lalu turun menjadi 1.500 meter, sehingga hampir seluruh kolom air benar-benar kehabisan oksigen," katanya.

Zona mati merupakan fenomena alami di seluruh dunia, tetapi yang satu ini tampaknya menjamur sejak terakhir kali disurvei pada 1990-an.

Lachkar dan peneliti lainnya khawatir pemanasan global menyebabkan zona itu meluas dan meningkatkan kekhawatiran akan ekosistem dan industri lokal, termasuk pemancingan dan pariwisata.

Penemuan itu diperoleh dengan menggunakan robot penyelam yang ditempatkan di daerah-daerah yang tidak dapat diakses tim peneliti yang berasal dari Universitas East Anglia Inggris bekerja sama dengan Universitas Sultan Qaboos Oman.

 

Memburuk

Temuan dari 2015 hingga 2016 itu dirilis pada April lalu dan menunjukkan zona mati Laut Arab telah memburuk dalam ukuran dan ruang lingkup.

Tidak seperti pengukuran pada 1996, tingkat terendah terbatas di tengah antara Yaman dan India, yang sekarang telah meluas. "Sekarang di mana-mana adalah minimum, dan itu tidak bisa jauh lebih rendah," kata peneliti utama Bastien Queste.

Zona mati Laut Arab tampak terjebak dalam siklus dengan semakin menipiskan pasokan oksigen yang akhirnya memperkuat pemanasan.

Pelabuhan dari Mumbai ke Muscat menghadap ke Laut Arab, membuatnya masuk dalam kemungkinan perairan kritis.

Hub-hub pesisir ini dan populasi di luar itu pun akan terpengaruh oleh perluasan lebih lanjut dari zona mati.

Masalah tersebut berada di puncak agenda global pada 2015, ketika dunia membuat kesepakatan di Paris untuk mengurangi emisi karbon.

Namun, perjanjian itu menerima pukulan ketika Presiden AS Donald Trump menarik diri





Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Msyaifullah
Berita Lainnya