Presiden Putin Sangkal Rusia Ikut Campur di Pemilu AS

AFP/Ire/X-11
17/7/2018 07:35
Presiden Putin Sangkal Rusia Ikut Campur di Pemilu AS
BERJABAT TANGAN: Presiden Rusia Vladimir Putin (kanan) berjabat tangan dengan Presiden Amerika Serikat Donald Trump sebelum menggelar pertemuan di Helsinki, Finlandia, kemarin.(AFP/BRENDAN SMIALOWSKI)

PRESIDEN Rusia Vladimir Putin menyatakan Moskow tidak pernah ikut campur dalam pemilu Amerika Serikat (AS).

"Mr Trump menyinggung isu campur tangan Rusia dalam pemilu AS. Saya harus ulangi apa yang sudah saya katakan berulang kali sebelumnya bahwa Rusia tidak pernah mencampuri dan tidak berencana mencampuri urusan dalam negeri AS," kata Putin dalam konferensi pers bersama Presiden AS Donald Trump setelah keduanya melakukan pertemuan tertutup di Helsinki, Finlandia, kemarin.

Putin lalu mempersilakan jaksa penuntut di AS untuk memeriksa sejumlah warga Rusia yang dituduh terlibat dalam kasus pemilu AS.

"Dia dapat mengirim permohonan kepada kami untuk memeriksa orang-orang yang dicurigainya," ujar Putin tentang Robert Mueller, mantan pemimpin FBI yang menyelidiki hubungan Rusia dan pemilu AS.

Putin menyatakan pertemuannya dengan Trump itu berlangsung sangat sukses dan sangat berguna.

Pujian lain disampaikan Putin terkait dengan kerja sama badan keamanan Rusia dan AS. Dia berharap kerja sama itu diteruskan dalam memerangi teror serta menjamin keamanan siber.

Sementara itu, Trump menyatakan bahwa investigasi terhadap tudingan adanya campur tangan Rusia dalam pemilu AS menjadi 'bencana' bagi 'Negeri Paman Sam'.

"Kami (Partai Republik) sukses berkampanye dan itu sebabnya saya berhasil menjadi presiden," kata Trump yang kembali membantah tudingan bahwa Rusia membantunya mengalahkan Hillary Clinton di Pemilu 2016.

Senada, Trump juga menyatakan pertemuan puncak pertama di antara keduanya membuahkan hasil positif. "Hubungan AS-Rusia tidak pernah seburuk sekarang. Meski demikian, saya menilai kondisi tersebut mulai berubah sejak empat tahun lalu," tegas Trump.

Selain soal pemilu AS, keduanya membicarakan antara lain masalah ketegangan di Semenanjung Korea serta situasi di Suriah.

Terkait dengan minyak dan gas, Putin menjamin kepada Trump bahwa kiriman gas Rusia yang melewati Ukraina tidak akan diputus. Ia juga berharap Rusia dan AS dapat bekerja sama mengatur produksi minyak dan gas. (AFP/Ire/X-11)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Kardashian
Berita Lainnya