Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
TIDAK ada yang menyangkal bahwa sikap otoriter Perdana Menteri Pertama Singapura Lee Kuan Yew mampu membawa negara itu menjadi sejahtera dan teratur.
Warisan tangan besi Lee tergambar jelas dalam garis besar kebijakan dan peraturan Singapura.
Selama kepemimpinannya, tokoh terakhir dari generasi pemimpin kuat di Asia Tenggara itu mampu mentransformasikan Singapura menjadi negara sentral pusat keuangan dan manufaktur pembangkit tenaga listrik di Asia Tenggara.
Di bawah tangan besi Lee, kritikus serta oposisi sering kali diberangus.
Perbedaan pendapat dan kritik oleh pers dan lawan politik kerap berujung pada tuntutan hukum bahkan penjara.
Otoritarianisme Lee merupakan cara untuk mendapatkan jaminan kemakmuran yang kini bertahan selama dua generasi.
Lee wafat di usia 91 tahun karena menderita pneumonia akut dan komplikasi penyakit lainnya.
Kematiannya kini menjadi tekanan sekaligus titik perubahan bagi Singapura.
Sejumlah orang menganggap negara berpenduduk 5,4 juta jiwa tersebut berada di arah yang salah dalam dua dekade terakhir.
Ketimpangan pendapatan melonjak dan imigrasi besar-besaran meningkatkan persaingan bagi para pencari kerja serta menciptakan upah rendah.
Lynn Su-lin, 56, wiraswasta yang tumbuh saat Lee berkuasa, menganggap warisan otoritarianisme Lee sebagai peninggalan yang menakjubkan.
Namun, ia mengkhawatirkan para pemuda yang tidak sepenuhnya menghargai warisan bapak bangsa Singapura tersebut.
"Tanpa Lee, kami sedikit takut dengan apa yang akan terjadi," tambahnya.
Mantan Kepala Ekonom GIC Yeoh Lam Keong mengatakan demokratisasi ialah bagian yang rumit.
"Warisan Lee Kuan Yew merupakan otoritarianisme dengan menggunakan hati," ujar Yeoh.
Meninggalnya Lee diprediksi menjadi titik balik dari otoritarianisme yang dipraktikkan pemerintah Singapura.
Namun, dengan fondasi yang ditanamkan Lee, Singapura tidak akan terperosok ke garis kemiskinan.
"Skenario terburuk ekonomi Singapura ialah menjadi nomor 10 di Asia, tapi mereka tetap akan makmur," kata seorang akademisi Singapura Cherian George.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved