Trump Dukung Inggris Selesaikan Brexit

Irene Harty
15/7/2018 18:25
Trump Dukung Inggris Selesaikan Brexit
(AFP PHOTO / Andy BUCHANAN)

PRESIDEN Amerika Serikat (AS), Donald Trump, mengatakan kepada Perdana Menteri Inggris, Theresa May, bahwa Inggris bebas untuk mengakhiri kesepakatan perdagangan dengan AS dalam perjanjian Brexit dengan Uni Eropa pada Minggu (15/7).

Dalam wawancara dengan surat kabar Daily Mail, Trump mengatakan Inggris dan AS harus mampu mencapai kesepakatan perdagangan besar jika perjanjian Brexit berakhir untuk Inggris.

"Kami akan membuat banyak hal dengan Inggris karena mereka memiliki produk yang kami sukai," kata Trump.

Trump mendorong May untuk mengambil langkah tegas atas aturan yang dibuat Brussels sehingga kesepakatan dagang besar tidak terhambat.

"Saya berkata (kepada May), pastikan Anda memiliki gambaran jelas, Anda harus memiliki sebuah keputusan, di mana tidak peduli apa pun yang terjadi, mereka berhak membuat kesepakatan dengan AS. Anda (Inggris) tidak dapat menutup karena kami jauh lebih besar daripada Uni Eropa, kami lebih penting dari sudut pandang itu," jelas Trump.

May menghadapi penolakan oleh kelompok garis keras Brexit terhadap usulnya untuk mempertahankan hubungan perdagangan yang kuat dengan Uni Eropa bahkan setelah Inggris meninggalkan blok tersebut.

Trump bertemu May di residen negara perdana menteri pada Jumat (13/7) sebelum bertemu Ratu Elizabeth untuk minum teh di Windsor Castle.

Dia mengungkapkan rincian pertemuannya dengan Ratu Elizabeth II yang membahas Brexit sebagai masalah yang sangat kompleks.

"Dia mengatakan itu masalah yang sangat kompleks, saya pikir tidak ada yang tahu betapa rumitnya itu," ungkapnya.

Trump mengatakan Ratu Elizabeth wanita yang luar biasa dan memuji Ratu yang disebutnya sangat cantik dari dekat.

Dia menghabiskan hari terakhir dari kunjungan empat hari ke Inggris di resor golf mewah Turnberry di barat daya Skotlandia yang disambut dengan demonstrasi di sana.

Selain para demonstran di Turnberry, sekitar 9.000 pengunjuk rasa berkumpul di Edinburgh, menurut polisi, tanpa adanya penangkapan.

Kedatangan Trump juga disambut balon raksasa yang menggambarkan Trump sebagai bayi jingga diterbangkan saat demonstrasi.

"Ini adalah balon presiden AS setinggi enam meter sebagai bayi berkulit jingga, marah dengan tangan mungil, serta ekspresi jahat di wajahnya," kata Leo Murray, 'Trump babysitter'.

Mereka membawa tulisan-tulisan bertuliskan 'Ex-pat for a reason', 'No place for Trump's hate', 'Trump, racist warmonger, out!', 'Dump Trump', 'No trade with Trump', dan 'Trump kidnaps kids'.

Protes massal di London pada Jumat (13/7) menarik lebih dari 250.000 orang, menurut penyelenggara.

Sekretaris Perdagangan Internasional Inggris Liam Fox mengatakan para demonstran mempermalukan diri mereka sendiri.

"Demonstrasi di London pada Sabtu (14/7) yang diselenggarakan oleh juru kampanye pro Trump Inggris menyebabkan 12 penangkapan karena kekerasan dan pelanggaran ketertiban umum," kata polisi.

Trump turun ke lapangan golf dengan mengenakan topi baseball putih bertuliskan 'US' dan tampak melambai ke arah pengunjuk rasa yang meneriakkan 'Tidak ada Trump, tidak ada KKK, tidak ada rasis AS' merujuk pada kelompok supremasi kulit Ku Klux Klan.

Para demonstran, yang berkumpul di pantai terdekat, mendaki bukit untuk memastikan presiden dapat melihat mereka ketika dia turun ke lapangan golf. (OL-4)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Akhmad Mustain
Berita Lainnya