Penyelidikan Bardo Dilanjutkan

MI/ANDHIKA PRASETYO
23/3/2015 00:00
Penyelidikan Bardo Dilanjutkan
(AFP/INTERIOR MINISTRY)
PRESIDEN Tunisia Beji Caid Essebsi mengakui lemahnya keamanan menjadi salah satu faktor terjadinya serangan mematikan di Museum Nasional Bardo, Rabu (18/3).

"Terdapat kegagalan dalam pengamanan. Polisi dan intelijen tidak cukup baik menjamin keamanan museum," ujar Essebsi kepada majalah Paris Match, kemarin.

Namun, Essebsi menekankan pasukan keamanan telah merespons serangan yang diklaim dilakukan kelompok ekstremis Islamic State (IS) itu dengan baik dan cepat.

Pernyataan Essebsi itu datang seiring dengan langkah pihak otoritas Tunisia yang sedang menginvestigasi serangan yang menewaskan 21 orang tersebut.

"Telah ada kemajuan dalam kasus penembakan di Museum Nasional Bardo. Namun, untuk melindungi kerahasiaan penyelidikan, kami tidak bisa memberikan rincian lebih lanjut," ujar juru bicara kejaksaan Sofiane Sliti.

Menteri Dalam Negeri Tunisia Mohamed Ali Aroui mengatakan lebih dari 10 orang telah ditangkap karena keterlibatan langsung ataupun tidak langsung dalam serangan itu, termasuk mereka yang memberikan dukungan logistik.

Dia menolak mengatakan apakah mereka ialah sembilan orang yang dilaporkan sudah ditangkap, termasuk ayah dan tiga saudara dari salah satu penyerang yang tewas dalam serangan, yakni Jabeur Khachnaoui.

Sebelumnya, salah seorang sumber dari kepolisian mengatakan empat keluarga dari Khachnaoui telah dibebaskan. Namun, Aroui menolak mengonfirmasi kabar tersebut.

Menteri dalam negeri itu juga mengatakan, tanpa menjelaskan lebih lanjut, bahwa surat perintah penangkapan telah dikeluarkan untuk warga negara Tunisia bernama Maher Ben Mouldi Kaidi karena diduga terlibat dalam serangan itu.

Saudara dari pelaku penembakan lainnya, Yassine Laabidi, mengaku terkejut bahwa saudaranya telah tewas.

"Saya tidak percaya ia terlibat dalam hal ini. Tidak satu pun dari kami, dalam keluarga, bisa memahami apa yang sebenarnya terjadi," ujarnya.

Dia menggambarkan Yassine sebagai 'bon vivant', orang yang suka menikmati minuman dengan teman-temannya dan bercanda dengan semua orang.

"Dia sama sekali tidak memiliki kebencian terhadap apa pun," imbuhnya.

Rabu (18/3), dua pria bersenjata yang merupakan anggota kelompok IS menyerang Museum Nasional Bardo di Tunisia dan menewaskan 21 orang. Korban tewas mayoritas wisatawan asing.

Wisatawan asing yang tewas dalam peristiwa tersebut ialah 4 warga negara Italia, 3 warga negara Jepang, 3 warga negara Prancis, 3 warga negara Polandia, 2 warga negara Spanyol, dan 1 masing-masing lainnya berasal dari Kolombia, Australia, Inggris, Belgia, dan Rusia, serta 1 personel kepolisian.

Doktor Chadli Dziri, kepala operasi di rumah sakit Charles Nicolle di Tunis, mengatakan 43 orang juga terluka dalam peristiwa mematikan tersebut.

Dziri juga memperkirakan para korban tersebut ditembak ketika mereka berusaha melarikan diri karena semua luka tembak berada di bagian belakang.

Setelah serangan itu terjadi, kelompok ekstremis IS mengaku sebagai pihak yang bertanggung jawab di balik serangan di ibu kota Tunisia tersebut. Mereka juga telah mengeluarkan ancaman untuk melakukan serangan lainnya. (AFP/AP/I-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Admin
Berita Lainnya