NEGARA-NEGARA Barat melupakan perselisihan mereka dan menegaskan tujuan yang sama dalam pembicaraan nuklir dengan Iran. Mereka juga mendesak Iran untuk mengambil keputusan yang sulit.
Menteri Luar Negeri Inggris, Prancis, Jerman, dan Amerika Serikat melaporkan ada kemajuan substansial dalam diskusi dengan Teheran.
Pembahasan nuklir akan jatuh tempo pada pekan depan. Namun, belum ada kesepakatan apa pun.
'Kami semua akan terus bekerja sama dengan kesatuan tujuan. Sekarang ialah waktu yang tepat bagi Iran untuk mengambil keputusan yang sulit', tulis para menlu dalam pernyataan resmi, kemarin.
Iran dan enam negara poros kekuatan dunia akan kembali bernegosiasi untuk meraih kesepakatan bersejarah mengenai program nuklir Teheran.
Presiden Iran Hassan Rouhani dengan optimistis mengatakan kesepakatan sangat mungkin terjadi.
"Tidak ada masalah yang tidak bisa diselesaikan," kata Rouhani.
Pertemuan para menteri luar negeri di London terjadi sehari setelah pembicaraan terakhir antara Iran dan negara-negara yang tergabung dalam P5 + 1, yakni Inggris, Tiongkok, Prancis, Rusia, dan AS serta Jerman, berakhir tanpa terobosan.
Menteri Luar Negeri AS John Kerry, Menlu Inggris Philip Hammond, Menlu Prancis Laurent Fabius, Menlu Jerman Frank-Walter Steinmeier, dan Menlu Uni Eropa Federica Mogherini menegaskan komitmen bersama mereka.
"Setiap solusi harus komprehensif, tahan lama, dan dapat diverifikasi. Tak satu pun dari negara kita dapat menyetujui kesepakatan yang tidak memenuhi ketentuan ini," tegas mereka. (AFP/Fox/I-2)