Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
DELAPAN bocah laki-laki, yang telah diselamatkan dari gugus gua Thailand, dalam keadaan sehat dan beberapa meminta roti cokelat untuk sarapan pada Selasa (10/7) saat regu penyelamat memulai langkah ketiga dan akhir menantang untuk membebaskan lima orang lainnya dari dalam gua.
"Pada saat ini, tidak ada keadaan mengkhawatirkan. Semua orang aman," kata Jesada Chokdamrongsuk, Sekretaris Tetap Kementerian Kesehatan Thailand, kepada wartawan, Selasa.
Dua bocah laki-laki diduga mengalami infeksi paru-paru, tapi empat lagi dari kelompok pertama yang diselamatkan, tampak sehat.
"Anak-anak tersebut adalah pemain sepak bola, yang kuat dan memiliki kekebalan tinggi," kata Jesada ketika ditanya mengapa mereka bertahan begitu lama.
Anak-anak tersebut memiliki nafsu makan baik, tetapi kebanyakan diberi makanan hambar dan mudah dicerna. Namun, dokter kemudian mengalah setelah beberapa meminta roti dengan selai cokelat.
Mereka masih dikarantina dari orangtua mereka karena risiko infeksi dan kemungkinan dirawat di rumah sakit seminggu untuk menjalani tes, kata pejabat.
Empat remaja lain dibawa dengan tandu di luar Gua Tham Luang di perbatasan Myanmar pada Senin (9/7) petang, menjadikan delapan orang dikeluarkan sejauh ini setelah dua kali penyelamatan berturut-turut.
Kepala operasi, Narongsak Osottanakorn, mengatakan, operasi terakhir akan 'lebih menantang' karena satu lagi penyintas akan dibawa keluar dari dua operasi sebelumnya, bersama dengan tiga anggota Angkatan Laut yang telah menemani mereka.
Penyelamat belajar dari pengalaman dan mereka bekerja dua jam lebih cepat dalam membawa yang selamat dari gelombang kedua, yang keluar pada Senin. Namun, hujan musiman, yang deras terus menerus, mengancam merembes melalui dinding gua batu kapur, yang membanjiri terowongan.
"Saya harap hari ini kita akan lebih cepat atau dengan kecepatan yang sama seperti kemarin," kata Narongsak.
Regu ahli penyelam asing dan Angkatan Laut Thailand memandu anak-anak itu selama sembilan jam operasi melalui hampir empat kilometer saluran, yang kadang terendam, gelap gulita, dari tempat mereka terperangkap selama lebih dari dua minggu. (OL-1)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved