Peluang Penyintas dalam Insiden Kapal Tenggelam di Thailand Kecil

Antara
06/7/2018 21:35
Peluang Penyintas dalam Insiden Kapal Tenggelam di Thailand Kecil
(AFP PHOTO / MOHD RASFAN)

REGU penyelamat Thailand mengerahkan helikopter pada Jumat (6/7) dalam pencarian 29 orang yang hilang setelah tenggelamnya perahu pembawa wisatawan China, dengan satu pejabat mengatakan takut 'tidak ada peluang' bagi lebih banyak penyintas, yang berarti korban tewas hampir 60.

Korban tewas yang dikonfirmasi dari kecelakaan di lepas pantai pulau resor Phuket itu mencapai 27, tetapi angkatan laut mengatakan penyelam telah melihat 'beberapa tubuh' di dalam kapal yang tenggelam, Phoenix.

Kapal itu terbalik di laut lepas pada Kamis (5/7) kemarin dengan 105 orang di dalamnya, 93 di antaranya turis China bersama 12 awak Thailand dan pemandu wisata.

Gambar siaran televisi dari puluhan penyelam mencari orang hilang, sementara lebih banyak penyelamat menunggu berjaga di dermaga terdekat. Laut tampak tenang dan langit cerah pada Jumat.

"Saat ini, para pejabat dari polisi kelautan dan angkatan laut membantu menyelam di tempat kapal tenggelam," kata Polisi Laut dalam sebuah pernyataan.

"Mereka menyelam sampai kedalaman sekitar 40 meter," tambahnya.

Seorang pejabat Departemen Kelautan mengatakan kemungkinan 'tidak ada peluang' lebih banyak penyintas yang dapat ditemukan dari dalam perahu.

"Satu hari dan satu malam telah berlalu," kata wakil direktur jenderal departemen itu, Kritpetch Chaichuay.

Thailand berada di tengah musim hujan, yang biasanya berlangsung dari Mei hingga Oktober, dan sering menghasilkan angin kencang serta badai kilat di daerah pesisir, terutama di pantai baratnya di Samudra Hindia, di mana Phuket berada.

Polisi sedang menyelidiki insiden tersebut. Kapal itu, yang tenggelam sekitar tujuh kilometer dari pantai, terdaftar dengan benar dan belum kelebihan beban, kata polisi.

Wakil Kepala Biro Polisi Pariwisata, Mayor Jenderal Surachate Hakparn, mengatakan dalam sebuah kiriman di Facebook bahwa operator tur telah diperingatkan tentang cuaca buruk.

"Hati-hati - alam bukan lelucon," tulis Surachate.

"Polisi Pariwisata memperingatkan bisnis di Phuket untuk tidak membawa kapal keluar dari pantai, tetapi mereka melanggar perintah ini dengan membawa turis asing keluar," katanya.

Seorang wakil dari operator kapal, TC Blue Dream, menolak berkomentar. (OL-1)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya