PM Tiongkok: Perang Dagang Tak Hasilkan Pemenang

Irene Harty
06/7/2018 18:05
PM Tiongkok: Perang Dagang Tak Hasilkan Pemenang
(AFP)

BERBICARA dari ibu kota Bulgaria, Sofia, pada Jumat (6/7), Perdana Menteri China Li Keqiang mengatakan bahwa tidak seorangpun akan muncul sebagai pemenang dari perang dagang yang telah dimulai Amerika Serikat (AS).

Tiongkok telah merilis daftar target barang impor AS senilai US$34 miliar, termasuk lobster, kacang kedelai, mobil listrik dan produk pertanian lainnya, yang juga menghadapi tarif 25%.

"Tiognkok berjanji tidak akan menembakkan tembakan pertama, tetapi untuk membela kepentingan inti nasional dan kepentingan rakyat, mereka tidak punya pilihan selain menyerang kembali jika diperlukan," kata Kementerian Perdagangan dalam sebuah pernyataan.

Kementerian itu menyebut tindakan AS melanggar aturan perdagangan dunia dan memulai perang perdagangan skala terbesar dalam sejarah ekonomi.

Surat kabar resmi China Daily menuduh administrasi Trump berperilaku seperti sekelompok preman yang bisa merusak ekonomi global kecuali jika negara lain menghentikannya.

"Seharusnya tidak ada keraguan terhadap keputusan Beijing," kata surat kabar itu.

Kamar Dagang AS di Tiongkok mengimbau kedua belah pihak untuk merundingkan penyelesaian.

"Tidak ada pemenang dalam perang dagang," kata Ketua Kamar AS di Tiongkok, William Zarit, dalam sebuah pernyataan.

Perusahaan AS menginginkan perlakuan yang lebih adil, tetapi akan dirugikan oleh ketegangan AS-Tiongkok. "Kami mendesak kedua pemerintah untuk kembali ke meja perundingan," kata Zarit. (AlJazeera/OL-4)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Akhmad Mustain
Berita Lainnya