PEJABAT intelijen Rusia, pada Jumat (10/4), mengingatkan potensi pengaruh kelompok ekstremis Islamic State (IS) di dalam negerinya, terutama di kalangan muslim yang menghuni provinsi-provinsi di Kaukasus Utara.
Deputi kepala agen intelijen Federal Security Service, Jenderal Sergei Smirnov, menyatakan kelompok ekstremis itu mulai menyusup ke organisasi-organisasi yang berfokus pada operasi di wilayah Kaukasus Utara. Beberapa pemimpin kelompok ektremis Imarat Kaukasus, misalnya, dia sebut telah menyatakan dukungan kepada IS. "Ini tren yang membahayakan," kata Smirnov.
Smirnov juga menuturkan ada sekitar 1.700 warga Rusia diperkirakan telah bergabung dengan kelompok IS untuk berperang di Suriah dan Irak. "Jumlah sebenarnya mungkin lebih banyak daripada itu," tambahnya.
Dalam pidato di hadapan jajaran pejabat Federal Security Service, bulan lalu, Presiden Rusia Vladimir Putin menyatakan salah satu prioritasnya ialah melacak warga negara Rusia yang telah pergi untuk berperang bersama IS. (AP)