Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
KANSELIR Jerman Angela Merkel lolos dari krisis internal pemerintahan setelah kompromi kesepakatan migran dengan Menteri Dalam Negeri Jerman, Horst Seehofer, ketua Partai Persatuan Kristen Sosial (CSU) yang merupakan salah satu sekutu tradisionalnya kemarin, berhasil.
Kegagalan mengakhiri konflik itu bisa menghancurkan aliansi dengan partai konservatif itu yang telah berlangsung selama 70 tahun.
Merkel selaku Ketua Uni Kristen Demokrat (CDU) memuji kompromi yang dicapai partainya dengan CSU dan dianggap sebagai solusi bagi Eropa.
Seehofer menarik ancaman pengunduran dirinya dan bersukacita bahwa keyakinannya layak diperjuangkan.
Dalam sebuah pakta, kedua pihak memuji keberhasilan kesepakatan itu dengan Merkel dan Seehofer setuju untuk memperketat kontrol perbatasan dan mendirikan pusat penampungan tertutup sehingga pemrosesan terhadap para pencari suaka dan repatriasi dari mereka yang ditolak bisa lebih cepat.
"Itu merupakan kompromi yang sangat bagus yang akan mengendalikan kedatangan baru para migran dan pencari suaka," kata Merkel.
Mereka akan dikirim kembali ke negara-negara Uni Eropa yang sebelumnya mendaftarkan mereka atau, jika negara-negara yang didatangi menolak, mereka akan dikirim kembali ke Austria, sambil menunggu kesepakatan dengan Wina.
Kompromi itu mengakhiri sengketa antarsaudari, yang berkembang selama hampir tiga tahun sejak krisis pengungsi 2015, ketika Merkel memutuskan untuk membuka perbatasan Jerman buat peng-ungsi.
Tindakan tersebut sangat mempengaruh negara bagian perbatasan, Bavaria, dan pertikaian itu meningkat setelah Seehofer menjadi menteri dalam negeri dan tetap menjadi Ketua CSU.
Namun, kondisi kondusif itu mendapat kritik dan keraguan oleh pihak-pihak dan kelompok-kelompok lain yang menyaran-kan Merkel mungkin hanya menang untuk sementara.
Kelompok pendukung pengungsi, Pro Asyl mengecam label pusat penahanan di tanah tak bertuan dan menuduh politik kekuasaan Jerman sedang bermain di belakang mereka yang membutuhkan perlindungan.
Bernd Riexinger dari Partai oposisi kiri-kiri Die Linke berbicara tentang 'kamp antarmigran massal' sebagai bukti bahwa banyak pengungsi yang tersesat. Dia mendesak sekutu koalisi lain Merkel, Partai Sosial Demokrat (SPD), untuk menolak rencana tersebut.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved