Rahasia Para Supercentenarian

Wendy Mehari Utami
10/4/2015 00:00
Rahasia Para Supercentenarian
(AP/Detroit Free Press, Elisha Anderson)
DI usia 115 tahun, Jeralean Talley ialah manusia tertua di dunia saat ini. Menurut catatan Kelompok Riset Gerontologi (ilmu penuaan) atau GRG yang bermarkas di Los Angeles, AS, Talley tercatat sebagai orang tertua sedunia setelah warga AS lainnya, yakni Gertrude Weaver, meninggal pada Senin (6/4) lalu. Weaver sedianya memeringati hari ulang tahunnya yang ke 117 pada 4 Juli mendatang.

Talley ialah keturunan Afrika-Amerika. Dia lahir di Negara Bagian Georgia, Amerika Serikat, pada 23 Mei 1899. Kini, dia tinggal di dekat Detroit.

Kepada media Detroit Free Press, Talley mengaku rahasia umur panjangnya 'pemberian dari atas.' "Hanya itu yang bisa saya sampaikan kepada Anda. Ini bukan keinginan atau keputusan saya ataupun Anda, kan?", kata Talley sembari menunjuk ke atas, merujuk Tuhan.

Majalah Time pun sempat mengunjungi anak perempuan satu-satunya Talley, yakni Thelma Holloway, 77. Holloway tidak tahu pasti apa yang membuat ibunya itu bisa berumur panjang. Yang pasti, kata dia, ''Ibu suka makan daging babi, sering begadang, bahkan masih rutin bermain boling sampai usia 104. Dia juga senang memancing.''

Manusia tiga abad
Talley juga merupakan satu dari tiga manusia yang tercatat telah menjalani tiga abad, yakni akhir abad ke-19, sepanjang abad ke-20, dan permulaan abad ke-21.

Kedua yang lainnya ialah Susannah Mushatt Jones, juga keturunan Afrika-Amerika, yang lahir pada 6 Juli 1899, dan Emma Morano-Martinuzzi, warga Italia yang lahir pada 29 November 1899.

''Mungkin saja masih ada orang lain di dunia ini yang seusia mereka tapi belum pernah kami catat," kata Robert Young, periset GRG sekaligus pakar untuk Guinness Book of World Records.

Hingga kini, di seluruh dunia, GRG mencatat ada 52 orang, terdiri dari 50 perempuan dan dua laki-laki, yang telah melampaui usia 111 tahun dengan bukti akte kelahiran. Menurut Young, memang tidak semua orang yang hendak dicatat di GRG sebagai tertua di dunia benar. ''Sebaliknya, 99% orang yang mengaku berusia lebih dari 115 tahun itu ternyata palsu,'' kata dia.

Filomena Taipe, misalnya. Warga Peru itu dinyatakan meninggal pada Senin (6/4) di usia 117 tahun tapi tidak punya bukti kelahiran. Pemerintah Peru sempat menyatakan mendiang Taipe lahir pada 20 Desember 1897.

Mandiri dan kuat mental
Young memperkirakan, dari sekitar 1.000 orang yang mencapai usia 110 tahun, hanya sekitar 300 yang memiliki sertifikat sebagai bukti. Orang-orang yang telah melampaui usia 111 tahun itu, kata Young, disebut 'supercentenarian'.

"Mereka merawat diri, mandiri, dan kuat secara mental. Mereka juga memiliki jaringan sosial seperti teman-teman gereja dan keluarga yang masih saling berhubungan," jelas Young.

Selain itu, tambahnya, genetika pun punya peran. ''Memang ini seperti nasib baik saja, kalau genetika bagus, kita bisa berumur panjang. Tapi sebenarnya itu pun tidak cukup. Kita harus berpola hidup yang tepat pula,'' urai Young.

Jumlah supercentenarian, menurut perkiraan Young, akan terus bertambah karena tingkat harapan hidup terus naik. Selain itu, dokumentasi pun semakin mudah dilakukan, kecuali untuk Afrika, Tiongkok, dan India.

Sejauh ini, rekor manusia yang hidup paling lama dan dilengkapi dengan bukti-bukti arsip kelahiran masih dipegang Jeanne Calment asal Prancis. Perempuan yang disebut perokok semasa hidupnya itu wafat pada 1997, pada usia 122 tahun dan 164 hari. (AFP)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Admin
Berita Lainnya